Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Sunday Market Vol.7; Kontribusi Industri Kreatif Untuk Hari Kemerdekaan

Published

on

Meski tidak ada pengibaran bendera merah putih ataupun mengheningkan cipta di atrium Surabaya Town Square (Sutos), setidaknya nuansa heroik masih cukup terasa di sana. Atribut, anthem, film, diskusi hingga showcase berbau kemerdekaan telah menjadi sajian utama dalam gelaran ketujuh Sunday Market yang berlangsung pada 16-17 Agustus kemarin.
White Shoes & The Couples Company menjadi salah satu performer yang paling paham untuk menggiring penonton memaknai kemerdekaan. Aprilia Apsari cs menggelintir lagu-lagu terbaiknya di awal dan menutup setlistnya dengan lagu-lagu daerahnya yang eksotis. Tjangkurileun, Te O Rendang O, Tam Tam Buku hingga Lembe-Lembe menutup penampilan WSATCC yang sangat impresif. Meski tergolong sering menyambangi Surabaya, band yang terakhir merilis album Menyanyikan Lagu2 Daerah ini tidak pernah membosankan penampilannya.
Berbeda dengan White Shoes & The Couples Company, Sore yang tampil setelahnya juga menjadi ikon. Meskipun tidak bermaterikan lagu-lagu heroik tapi performa Ade Paloh dkk bagai menembakkan rudal ke bawah tanah; Penantian tujuh tahun itu telah berakhir, akhirnya Sore kembali lagi ke Surabaya. “Setelah 7 tahun, kami senang sekali bisa datang lagi ke sini (Surabaya,red), sambutannya luar biasa. Kami puas!,” ungkap Reza Dwi Putranto, gitaris Sore ketika ditemui di backstage. Tidak hanya menggelintir single-single andalannya seperti No Friuts For Today, Etalase dan Setengah Lima, Sore juga memberi kabar baik bahwa mereka sedang disibukkan dengan proses album baru yang dinamai Les Skut Leboys. “Dalam waktu dekat single baru kami akan keluar,” kali ini ujar Awan disela-sela penampilannya.
Selain Sore dan White Shoes & The Couples Company yang jadi penghuni stage Sunday Market Vol.7, muncul pula salah satu kolektif dreampop kawakan dari Kota Pahlawan, Call Me Nancy. Band yang menyatakan bubar di akhir tahun 2009 itu dihadirkan kembali dengan debut EP Pagi yang dirilis ulang oleh Sunday Market Records.Penampilan ketiga band tersebut sekaligus menutup event Sunday Market selama dua hari dengan berbagai konten acara variatif yang menggandeng anak muda di industri kreatif untuk memaknai kemerdekaan dengan kontribusinya masing-masing.
Foto: SATS COOP.
Tyas Putri Perdana

Sarjana psikologi yang menghabiskan siang menjadi karyawan swasta. Menghabiskan malam dengan menikmati karya fiksi metropop. Penggila dua band: Efek Rumah Kaca dan White Shoes & The Couples Company
Baca tulisan Tyas lainnya

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya