Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Soundrenaline 2014: Surabaya Masih Pantas Jadi Kota Rock

Published

on

Digelar untuk memuaskan nafsu para pecinta musik di Surabaya yang ingin bersenang-senang dengan band kesayangannya, Soundrenaline kembali menggelegar di tahun keduabelasnya. Kali ini Surabaya menjadi kota pertama dari sekuel Soundrenaline sebelum Medan (7/6). Sekalipun ditusuk oleh terik matahati, Lapangan Lenmarc di kawasan Bukit Darmo Boulevard akhir pekan lalu (10/5) tetap meriah dan tanpa celah.
Tema ‘Voice of Choice’ kali ini memaksa Slank, Gigi, /rif, Andra And The Backbone dan J-Rocks menampilkan album pilihan audiens secara full unutk kali pertamanya. Dalam gelarannya kali ini, Soundrenaline hanya menampilkan dua panggung saja, yakni Go Ahead Stage dengan band Dom Project, Steven Jam, Deadsquad, Koil, Judika, Shaggy Dog, Netral, Pas Band dan Jamrud; dan A Stage dengan band Endank Soekamti, J-Rocks, Kotak, Andra And The Backbone, /rif, Gigi, Dewa 19 feat. Ari Lasso dan Slank; yang kesemuanya tampil serentak mulai pukul 12.00 dengan tambahan tiga band lokal yang berhasil melewati tahap seleksi sebelumnya, yakni Psychosomatic, Ampun Women dan New Taste.
Hadirnya Soundrenaline kembali ke Surabaya setelah terakhir tujuh tahun silam membawa aroma segar, pasalnya anggapan akan keringnya musisi berkualitas serta sepinya gig di Surabaya mulai perlahan lepas setelah melihat betapa ganasnya animo crowd yang menggila selama 12 jam pergelaran Soundrenaline.
Unit rock buas asal Bandung, Koil on stage sekitar pukul 16.30: suasana sore yang hangat dengan terpaan sinar mentari yang mulai mengalah. Masih dengan performa terbaiknya, Koil membawakan beberapa lagu hits seperti Aku Lupa Aku Lupa hingga Kenyataan Dalam Dunia Fantasi. Meski kondisi Otong saat itu sedang batuk hingga sempat menenggak obat cair diatas panggung, aksi teatrikal dari vokalis nyentrik ini seperti berjoget-joget centil hingga membanting dan melempar gitar tetap tak pernah absen.
Kaki belum beranjak dari A Stage, titisan Foo Fighers, Andra And The Backbone (ABB) tampil sesudahnya. Kali pertamanya band bentukan Andra Ramadhan ini menampilkan seluruh materi dari debut albumnya Andra And The Backbone (2006). Dengan vokal prima Dedi Lisan yang diiringi gitaris Andra Ramadhan dan Stevie Morley Item, konsep panggung seketika menjadi retrospective. Beralih ke Go Ahead Stage, terdapat sebuah pemandangan legendari; botak; brewok; topi terbalik; punk rock; Ya, Netral. Vokal dan bassis Bagus, gitaris Coki dan drummer Eno langsung merusak crowd dengan hitsnya Lintang.
Jebolan Dreamband edisi pertama—Kotak muncul di A Stage dengan raungan single Rock Never Dies yang menunjukkan talenta vokal luar biasa Tantri sebagai lady rocker masa depan. Tantri tampil tomboy dengan balutan tank-top abu-abu. Ia yang biasanya tampil glamour sebagi juri di ajang nyanyi pemula di salah satu stasiun televisi swasta hari ini tampil lepas dan menujukkan keseksiannya. Berturut-turut hits kotak mulai dari Terbang, Musik, Pelan-pelan Saja, Satu Indonesia digeber dengan sempurna oleh Kotak yang malam itu tampil dengan drummer Bounty, putra dari bassist Gigi, Thomas Ramdhan.
Telinga sepertinya telah cukup puas, Go Ahead People juga terlihat melakukan applause berkali-kali. Tapi agaknya terlebih ketika band berikutnya tak kalah beringas muncul—Pas Band. Dedengkot sirkus rock energik ini meraung dan mencoba mencopoti tulang-belulang para Passer— sebutan penggemar Pas Band—yang mungkin sudah melting melihat band tercinta akhirnya “nongol” di panggung dengan dibuka iring-iringan sirine polisi. Seperti banteng yang diiming-iming warna merah ketika lagu pembuka Gladiator dihempaskan, langsung saja garda depan Passer tak henti-hentinya melakukan sing along. Permainan berkarakter dari gitaris Bembeng yang memakai banyak efek unik di gitarnya, hingga permainan ganas dari drummer yang juga dikenal sebagai host kenamaan Sandy Andarusman yang di lagu ini memakai topeng layaknya gladiator betulan, membuat penampilan mereka amat berkesan.
Sepertinya, tak ada “pilihan” lain dari arek-arek Suroboyo selain Soundrenaline harus diadakan lagi tahun depan; dengan konsep yang lebih meriah, sound yang lebih istimewa dan bintang tamu yang lebih luar biasa. But, whatever the  voice, whatever the choice, music should be Go Ahead!

Teks oleh: Tito Hilmawan Reditya & Farid Satya Maulana
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya