Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

YOIKI: Hura-Hura Di Tengah Farewell Party

Published

on

Segmentasi penonton, kolaborasi kultur, hura-hura dan farewell party, semua hal tersebut menyambut ekspektasi yang luar biasa seakan menghasut penonton untuk memperpanjang durasi. Dengan judul yang cukup nyeleneh, akhir pekan lalu (27/4) YOIKI berlangsung dengan semarak yang menciptakan satu wadah di mana baik penampil, panitia dan penonton bisa berhura-hura dengan acara yang kaya akan konten.

Tidak hanya menitikberatkan pada pertunjukkan musik, dengan memanfaatkan space yang cukup terbatas, showcase sederhana berbau fotografi, art dan fashion mencuci mata seketika saat kali pertama memasukki venue Colors Pub & Resto yang terletak di bilangan Surabaya Pusat. Start sejak pukul empat sore, APS, WPAP, G-Force, Sby Vogue dan Restless Youth bergantian mempertontonkan karya-karyanya yang cukup menarik.

Sesi prime time pun tiba, penonton mulai memasukki kelab yang remang-remang. Di sana Egon Spengler tampil dengan ciri khasnya yang selalu mengocok perut sekalipun beramunisikan lagu-lagu garang macam Molotov Muda. Puas bermandikan keringat dan mulai menghangatkan crowd, salah satu unit patriotis bernafaskan irish folk punk Charlie’s Rum And The Chaplin menghentak memukul penonton untuk shoutout lewat singlenya Surabaya Alive.

Atmosfer memanas, The Wise pun naik untuk menenangkan crowd yang kalap. Materi-materi baru kuartet indie rock ini langsung lepas begitu saja tak terkecuali dua lagu andalannya Time Machine dan Nature Song. Kabarnya band ini sedang dalam proses penyelesaian album pertamanya dan penampilan kemarin sekaligus menjadi ajang pamer lagu baru bagi mereka.

Emosi penonton kembali dibuat stabil ketika nuanasa reverb dan delay kembali lepas. Kini giliran AFFEN yang datang dari Bandung untuk merayakan pesta perpisahannya karena akan berganti nama. Emily keluar lebih awal seakan terselip pesan bahwa lagu tersebut kedepannya sudah mulai jarang dimainkan. AFFEN yang akan berganti nama menjadi Trou spesial tampil kali pertama di Surabaya malam itu, mereka tampil dengan formasi yang lebih singset dan impresif dari sebelumnya.

Selain membawakan beberapa lagu andalan dari album The Sun Of Pandora, mereka juga mengundang Dhea Febriana (Senandung Taman) untuk menyuguhkan sebuah musikalisasi puisi milik Aulia Soemitro berjudul Bata Itu kata-Kata. Pusisi yang diolah cukup eksploratif tersebut sukses menciptakan nuansa haru biru terlebih lagu itu keluar disaat penampilan AFFEN hampir mencapai klimaks. Ditutup dengan Like Life Easily Ended, suasana mendadak cair menandakan lenyapnya nama AFFEN.

Beruntung komplotan hardcore terpanas di Surabaya, Fraud menjadi penampil terakhir. Lagu terbaru mereka Wrong Roots langsung digeber sejak awal dan langsung membunuh suasana haru yang sempat mencanggungkan crowd. Fraud yang tampil dengan additional vokalis masih tetap bertaji dengan single-singlenya di album No Fans Just Friends. Habis lima lagu, Kecenk dkk menjadi penutup acara dengan durasi yang terbilang singkat namun padat.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Silaturockme: Forum Dua Arah Antara Musisi & Media

Published

on

Forum yang mempertemukan antara musisi dan media, kini bukan lagi makanan langka. Apalagi jika membahas hal paling mendasar; tentang bagaimana di publish dan apa saja syaratnya? “Kene goblok-goblokan ae yo, cek podo takok. Mene gak ngisin-ngisini lek ketemu wong media (Kita di sini goblok-goblokan aja ya. Biar pada tanya semua, besok gak malu-maluin kalo ketemu orang media,red)” celetuk Abas, selaku host yang berduet dengan Cak Boker.

Diskusi bertajuk ‘Silaturockme’ yang digelar pekan lalu (1/7) di P-Two Cafe tersebut melibatkan Brian dari Vojo Music, Ian Darmawan (Ronascent), dan Wira (Apresiasi ID & M-Radio). Ketiganya saling berbagi pengalaman mereka ketika menemui berbagai macam musisi. Adapun forum tersebut berjalan dua arah dengan banyaknya pertanyaan silih berganti. Setelah diskusi, acara berlanjut ke gigs, dengan 11 band kolektif yang tampil secara acak berdasar hompimpa.

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Silaturockme

Published

on

Momen silaturahmi memang selalu jadi agenda rutin semua orang selepas lebaran. Begitulah yang melatarbelakangi kolektif Dilarang Duduk kala menggagas Silaturockme. Sebelas band yang tampil disamaratakan, main pertama atau terakhir ditentukan berdasarkan undian. Selain gigs, diselipkan juga obrolan berbobot dari beberapa perwakilan media, dalam forum tersebut meleburlah berbagai obrolan mendasar tentang sinergitas media dan musisi.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Rockmaiden, Oase Gigs di Tengah Ramadhan

Published

on

Persiapan alat dan (mungkin) jam tarawih membuat acara kolektif ini molor. Meski begitu, gigs ini mampu menghibur, terlebih di tengah pasifnya skala gigs saat ramadhan. Jajaran band pengisi bermusik berdistorsi berat seperti Electric Bird, X60 Jaran, The Classhat, Dandelions, The Old Pines, dan Frank The Syndicate membayar segala kelelahan penonton dalam menunggu. Berikut foto-foto dari fotografer kami.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya