Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Reuni The Groove Untuk Surabaya

Published

on

Setelah lima tahun vakum, band kondang ibukota The Groove memastikan untuk mulai terbang lagi dengan formasi klasik yang dibumbui materi baru. Terhitung sejak pertengahan 2013 lalu band yang dikenal dengan hits Khayalan ini memutuskan kembali reuni, dan akhir pekan lalu (27/4) Surabaya yang bertempatkan di Atrium Surabaya Town Square (Sutos) kedapatan menjamu band jazz pop yang sudah melempar lima album tersebut.

Rindu akan penampilan The Groove, penonton dengan segmentasi 20 tahun ke atas pun mendominasi melepas emosi untuk mendapatkan klimaks dari penampilan Rieka Roslan dkk. Sekalipun Sutos tidak seramai seperti akhir pekan biasanya, setidaknya apa yang di kehendaki organizer pun cukup kentara: tidak mengejar target yang penting tepat sasaran. Benar saja, sekalipun sudah berusia hampir dua dekade, kharisma The Groove tetap saja tidak luntur.

Sedikit dan ramai, itulah gambaran dari maraknya publik Surabaya dalam menyambut Rieka Roslan, Reza, Yuke, Ari, Tanto, Ali, Rejos dan Deta. Sing along sana-sini dengan tembang-tembang kenangan mengalun syahdu, juga tak ketinggalan single baru mereka Kusambut Hadirmu turut dibawakan.

Acara yang bertajuk Dweller ini cukup menarik, pasalnya di event tersebut tampil berbagai band lintas genre bahkan lintas kota yang cukup menghibur namun sedikit menyesatkan. Sebelum The Groove, tampil si penguasa dancefloor Agrikulture yang kembali lagi ke Surabaya, kali ini mereka lebih ganas dan beringas. Setlist andalannya tetap mengajak penonton bergejolak, terutama saat membawakan Orang Utan dan Kompor Mleduk.

Selain itu tampil pula Atlesta, proyek panas yang penuh dengan bidadari-bidadari cantik ini datang dari Malang dengan membawakan lagu-lagu dari debut albumnya Secret Talking. Tidak ketinggalan tiga nama lokal juga memanas, raja ska Heavy Monster tetap selalu memiliki crowd yang luar biasa begitu juga dengan Hi! Mom dan Berlin Night Club yang lebih dulu tampil.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya