Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Pertemuan Musik Surabaya: Komposisi ‘Genit’ Musisi Jazz Muda Surabaya

Published

on

Jazz dan lagu standarnya bukan hal yang langka jika dimainkan musisi jazz. Sebut saja komposisi Autumn Leaves, Spain, atau Take The A Train yang merupakan rangkaian komposisi jazz yang sering dimainkan para musisinya. Namun hal tersebut tidak terjadi di Jazz Muda Surabaya Genit, sebuah agenda bulanan dari acara Pertemuan Musik Surabaya (PMS)- organisasi nirlaba pecinta musik Surabaya.

Kevin Pieter (bass), Elio Adriano (piano), Kelvin (drum) dan Wilman (gitar), adalah empat musisi jazz muda yang masih cukup tergolong belia, berumur antara 18-21 tahun. 4 jazzer muda asal Surabaya itu menampilkan hasil karya komposisi jazz mereka yang sangat menarik dan pertama kalinya ditampilkan di depan publik.

Senin kemarin (7/4), PMS berwajah beda dari biasanya, untuk kali pertamanya acara ini menampilkan musik jazz. “Kami ingin menunjukkan bahwa musik itu tidak ada sekat yang membatasi, jazz, klasik ataupun tradisi, itu semua adalah musik,” ujar Slamet Abdul Sjukur, pendiri Pertemuan Musik Surabaya saat membuka acara. Lalu, mengapa ada embel-embel ‘genit’? Itu karena para musisi jazz muda ini mampu bersikap ‘genit’ pada karya yang dibuatnya, bersikap berbeda dan unik.

Sangatlah menarik ketika melihat mereka masih tergolong muda dan belia, namun mampu melahirkan komposisi baru yang sangat terstruktur, berkonsep rumit, namun tetap enak didengar. Salah satunya adalah karya Elio Adriano (piano) yang membuat komposisi berjudul Keith Jarrett at the Deer Head Inn. Berawal dari kecintaannya terhadap Keith Jarret-musisi jazz legendaris, Elio membuat musik yang sangat matematis, menghitung urutan huruf dari nama Keith Jarret, hingga mencocokkannya dengan hitungan nada. Cukup rumit dan terlihat kompleks, tapi komposisi yang dimainkannya terdengar sangat lumrah dan tidak rumit.

Selain itu, dimainkan juga komposisi Wilman yang berjudul Buru, Kevin dengan judul Linda dan Kelvin dengan judul Reminisce. Untuk menyeimbangkan suasana jazz yang ditampilkan, mereka juga memainkan sejumlah komposisi jazz standar, Stella by Starlight (Victor Young), Billie’s Bounce (Charlie Parker), dan So What? (Miles Davis).

Seperti biasa, di Pertemuan Musik Surabaya ada sekitar 60 orang penonton yang hadir. Mereka tidak hanya diajak menonton penampilan para musisi jazz muda ini, melainkan juga diajak untuk belajar bersama dengan ulasan-ulasan Slamet Abdul Sjukur tentang setiap karya yang dimainkan. Hal tersebut dilakukan supaya kita tidak melihat karya hanya dari sisi permukaannya saja, melainkan juga memahami karya secara lebih menyeluruh. Selain itu, pendiri PMS ini juga mengulas singkat mengenai karya jazz standar yang dimainkan juga komponisnya, yaitu Victor Young, Charlie Parker juga bapak fussion jazz, Miles Davis.

Acara jenis seperti ini bisa diibaratkan sebagai gerakan bawah tanah yang tak pernah berhenti untuk memberikan banyak vitamin yang baik untuk akar musik di Indonesia, yang memberikan masyarakat musik sebuah gambaran nyata, bahwa musik bukan sekadar hiburan belaka. Hiburan cerdas lah yang dibutuhkan oleh masyarakat musik saat ini, yang mencerdaskan, menginspirasi dan mampu melahirkan generasi kreatif yang tak lelah berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

Surabaya