Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Our Gig: Private Gigs Swadaya via Channel Youtube

Published

on

Tanpa hingar-bingar dan sedikitpun publikasi, empat band lokal dari Surabaya tampil dalam satu video berdurasi kurang lebih 50 menit. Bukan video footage ataupun studio update, keempat band tersebut tampil dengan kurang lebih 30 penonton di tengah bengkel rusuh yang crowded namun terlihat guyub.
Dengan tajuk Our Gig video tersebut menampilkan suasana gigs yang sepertinya memang cukup dirindukan banyak orang: idealis, minimalis, dan estetis. Our Gig sengaja menyuguhkan konsep private gig yang seluruh konten acaranya direkam dengan beberapa kamera yang kemudian hasilnya baru dipublikasikan di jejaring sosial (Youtube,red) beberapa pekan setelah acara digelar. “Our Gig adalah private gig swadaya dengan beberapa band di Surabaya. Karena konsepnya private maka kami hanya mengundang 20-30 orang sebagai audiens,” jelas Irsan–video editor Our Gig– kepada Ronascent.
Bertempatkan di Bengkel La Grange, acara ini digelar awal Maret lalu (8/3) dengan menampilkan Muveno, Hemi, Voice dan Chocolatino sebagai performer di episode pertamanya. Masing-masing band menampilkan tiga lagu. Muveno, grup alternatif dengan single Remember ini membuka gigs sekitar pukul delapan malam. Di tengah hujan yang mengguyur, keempat band tersebut pun bergantian saling mengisi tanpa jeda hingga show ditutup oleh kuartet yang kini menjadi kuintet dengan tambahan gitaris baru, yakni Chocolatino. Rahma, Daru, Sandy, Irul dan Dika menampilkan tiga lagu andalanya hingga akhirnya Our Gig pun ditutup dengan The Radio Anthem milik Chocolatino.
“Dalam acara ini kami lebih menekankan pada performa band, jadi bukan sekadar suguhan musik bagi penonton yang hadir melainkan juga shootting dengan beberapa kamera dan audio recording. Bisa dibilang ini acara promo band bersama,” lanjut Irsan. Rencananya private gigs yang digagas oleh Jozz Studio Production ini akan kembali menampilkan show berikutnya yang masih belum ditentukan lebih detail konsepnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya