Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Perpaduan Mesin Ketik dan String Orchestra di Pertemuan Musik Surabaya

Published

on

Konser musik yang menghadirkan string orchestra biasanya memadukan segerombol alat musik string, yaitu biolin, biola, cello dan kontrabass, tapi mendadak malam itu mereka mendapat satu penghuni unik bernama mesin ketik. Kehadirannya bukan sekadar properti yang digunakan sebagai pemanis artistik panggung, melainkan ada pemain yang membunyikannya. Sebut saja pemain itu solist yang kali ini bukan memainkan piano solo atau biolin solo, melainkan menjadi pemain solo untuk mesin ketik.

“The Typewriter” karya Leroy Andreson, adalah salah satu komposisi untuk string orchestra dan mesin ketik yang dimainkan oleh String Orchestra Of Surabaya pada acara Pertemuan Musik Surabaya di Melodia Music Hall pekan lalu (24/3). Malam itu sekitar 200 penonton memadati Melodia Music Hall untuk menikmati concert lecture yang rutin setiap bulannya diadakan oleh Pertemuan Musik Surabaya. Dengan konsep belajar sembari menikmati musik, membuat banyak orang yang datang merasa memiliki pengalaman baru, mulai dari mengetahui teknik bermain biolin, biola, cello dan contrabass, hingga analisa karya yang dimainkan.

Sebanyak 21 pemain string orchestra memainkan sejumlah komposisi seperti Simfonia in d Minor karya Ferdinand Zellbell dan Adagio for String karya Samuel Barber. Komposisi “The Typewriter” menjadi sebuah komposisi yang paling menarik di antara komposisi lainnya yang dimainkan, karena dengan suguhan komposisi ini, penonton diperlihatkan bahwa sebuah string orchestra tidak selalu disajikan dengan konsep musik klasik yang adi luhung, melainkan juga mampu dikolaborasikan oleh bebunyian apapun, termasuk mesin ketik.

Selain sajian luar biasa dari String Orchestra Of Surabaya, Bapak Slamet Abdul Sjukur, sebagai salah satu pendiri Pertemuan Musik Surabaya juga memberikan ulasan singkatnya mengenai penampilan string orchestra dan analisa dari karya-karya yang dimainkan. “Saya rasa, ini hal yang jarang sekali terjadi di Surabaya, sebuah konser yang juga menghadirkan sebuah ulasan dan diskusi di dalamnya. Terlihat aneh mungkin, tapi ini selayaknya kondisi yang terjadi bahwa selama ini masyarakat musik lebih senang menikmati “buah” sdaripada ingin mengetahui “vitamin” yang terkandung di dalamnya,” ujar Slamet Abdul Sjukur di awal saat membuka acara.

Pertemuan Musik Surabaya adalah sebuah acara rutin yang diselenggarakan setiap bulannya, dengan materi dan tema yang beragam. Acara ini terbuka bagi siapapun yang ingin berdiskusi musik dan bersilaturahmi seni bersama.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya