Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Folk Music Festival [Day 1]: Brigitte Jadi Ikon, Angsa & Serigala Penutup

Published

on

Rasa penasaran pun pecah ketika dua wanita dengan dandanan glamour membawa aura musik dan style era 60an mulai menampilkan performanya. Brigitte, duo pop asal Paris ini seakan membawa crowd sejenak diam untuk kemudian dengan mudah larut oleh lagu-lagunya. Ma Benz, satu lagu yang paling diminati dan juga jadi andalan mengalun dengan syahdu seperti menceritakan gaya hidup kelas atas beserta deretan pria hidung belang yang dibawakan dari sudut pelaku dengan rasa traumatiknya.

Mereka (Aurelie Brigitte Saada dan Sylvie Brigitte Hoarau,red) dengan mudah menguasai panggung dan makin memeriahkan hari pertama Folk Music Festival 2014 kemarin (15/3). Band yang sedang menjalani tur Asia ini juga membuka penampil berikutnya Angsa & Serigala yang untuk kesekian kalinya kembali hadir di Surabaya.

Jauh sebelum tampilnya Brigitte dan Angsa & Serigala, duo akustik post-nusantara dari Surabaya pun membuka acara yang digelar di Atrium Surabaya Town Square tersebut. Pathetic Experience membawakan musik instrumental tanpa vokal yang syahdu. Andalan mereka seperti The Bakpao, Sentir Rina Wengi dan Kaca Enggal pun mengalir tenang yang kemudian makin tenang dengan naikknya grup folk terdepan dari Malang, Ajer.

Penampil berikutnya adalah Silampukau, kepodang biduan kondang dari alam raya ini tampil cukup memukau dengan lagu-lagu barunya. Delapan lagu yang dibawakan seperti; Hey, Sambat Omah, Balada Harian, Bola Raya, Sang Juragan, Puan Kelanan, Doa 1, dan Sampai Jumpa benar-benar menjadi pelipur lara akan kerinduan crwod terhadap Silampukau. Kabarnnya band ini tengah mempersiapkan diri untuk album “Lagu-lagu yang kami bawakan ini nantinya akan dimuat di album baru tahun ini,” ungkap Kharis Junandharu.

Waktu pun harus menjadi batas kenikmatan pada FMF 2014, dengan format enam orang Angsa & Serigala tetaplah indah dengan permainan nada-nada khas mereka. Hitam dan Putih dan Bersamamu makin membuat suasana malam tengah maret ini indah dan apa adanya. Dua hari Sutos akan termanjakan oleh nyanyian-nyanyian folk olahan anak negeri. Berbahagialah.

Foto oleh: Soledad & The Sisters Co.
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya