Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Dibalik Deadsquad Secret Gigs 2014: Perjamuan Intim Death Metal

Published

on

Ada sebuah kejanggalan ketika memasuki hall tempat di mana pergelaran clothing nomor dua  digelar akhir pekan lalu (16/3). Memang masih padat akan ratusan muda-mudi berkostum hitam dengan gambar band-band underground, sekilas tampak seperti akan merayakan pesta-pora penuh moshing (andaikata band penutup yang ditunggu-tunggu bisa main). Tapi sayang ini adalah perayaan kekecewaan karena panggung yang dinanti-nanti justru tak nampak. Ruangan tampak lengang, kosong.

Tidak mau merasakan kecewa lebih dalam, apalagi merayakannya. Di tengah kebisingan, berbagai suara pun mulai terdengar: “apakah Deadsquad jadi menampilkan aksinya malam ini?”. Ya, Deadsquad, sekelompok orang dengan skill musik akrobatik yang kencang memainkan musik death metal dijadwalkan pamer materi barunya yang baru rilis beberapa bulan lalu. Hingga akhirnya pihak penyelenggara pun mengumumkan dengan mimik wajah berdosa bahwasanya penampilan band ibukota tersebut dibatalkan dengan alasan yang absurd namun agaknya cukup sakral: larangan pemerintah untuk mengumpulkan massa jelang pemilu karena dikhawatirkan menjadi kampanye terselubung.

Ratusan orang itu kini berkumpul di tempat yang rencananya akan dijadikan panggung, menanti apa yang selanjutnya terjadi. Panitia terus meramaikan suasana dengan celoteh-celotehnya. Tapi apa yang terjadi berikutnya adalah bagaikan sekumpulan semut yang akhirnya menemukan gula mereka. Konser diganti dengan meet and greet oleh personel Deadsquad. Secercah harap mulai muncul ketika panita mengumumkan bahwa Deadsquad akan tetap bermain, tapi bukan di JX, melainkan di suatu tempat yang dirahasiakan dengan penonton pilihan yang mendapatkan invitation card secret gigs (semacam perjamuan intim dari Deadsquad kepada penggemarnya). Kira-kira hanya puluhan orang yang berkesempatan untuk menonton secret gigs ini, dan beruntung, kami juga mendapatkan invitation-nya.

Persyaratan bagi yang mendapat invitation card sederhana: lokasi Deadsquad Secret Gigs akan diberitahukan tepat pukul 20.00 ke nomer handphone masing-masing yang sebelumnya diminta panitia. Perasaan kami campur aduk: senang, bingung dan penasaran. Kira-kira dimana venue yang akan dibakar Deadsquad malam ini? Setelah menunggu kurang lebih satu jam, handphone bergetar. Degup jantung kami juga bergetar tatkala menerima pesan singkat dari panitia: “Venue: Colors Pub, jam 21.00. Bawa invitation card kalian dan dilarang menyebarkan info ini!” Segera saja kami langsung bergegas dan sudah bisa ditebak, jalanan ke arah Jl. Sumatra, Surabaya –lokasi Colors Pub– penuh akan baju hitam-hitam bergambar tengkorak: malam ini semut-semut beruntung akan mengerubungi gula mereka dan bernyanyi bersama.

Setelah pemeriksaan Invitation Card penonton pun masuk ke dalam venue dengan suguhan Jack Daniels, Jagermaester serta Chivas Regal yang dipajang di kaca-kaca venue. Sesak, panas namun intim, begitulah kesan ketika menginjakkan kaki ke dalam. Crowd berteriak kencang seketika akhirnya muncul yang ditunggu-tunggu muncul di atas panggung. Suasana menjadi amat ramai. Beberapa penonton tak percaya band kesayangannya tampil di depannya sedekat ini. Secret Gigs ini mengobati rasa kecewa, bahkan melampaui ekspektasi. Ini adalah kali kedua Deadsquad tampil di hadapan publik Surabaya setelah tahun 2009 lalu meramaikan acara musik besar-besaran di Kenjeran.

Dentuman hyperblast dari drummer brutal Andyan Gorust langsung menggema di atas drum-set double bass drumnya. Dimensi Keterasingan langsung membuat penonton kelonjotan. Aura kekecewaan kini murni hilang berganti dengan pelepasan hormon adrenalin untuk bersenang-senang. Dominasi Belati menjadi nomor selanjutnya, salah satu mega-hits dari album Horror Vision ini mencuat cepat, lepas landas, tak terkendali. Skill menggoda ditawarkan duo gitaris Coki Bollemeyer dan Stevi Morley Item dengan banyak mengisi raungan-raungan cantik yang kadang cenderung jazzy.

Vokalis Daniel Mardhany yang tampil di Kenjeran dulu berambut gondrong kini lebih rapi dengan potongan poni ala hipster. Muka melayu ternyata juga bisa menggeram dan menyumpah serapah dengan kencang. “Tak lengkap bermain di Surabaya tanpa mengucap jancok, yah!” begitu kata Daniel disambut riuh penonton. Kini saatnya giliran track baru dari album Profantik melaju buas. Bonny Sidharta –sang bassis– masih saja menghisap rokoknya sambil meracik irama kejam pada bas. Hasilnya membuat merinding ketika dipadukan dengan skill individu personilnya. Berturut-turut mulai dari Anatomi Dosa, Patriot Moral Prematur hingga Natural Born Nocturnal membuat emosi penonton tak tertahankan untuk sekadar moshing.

Sayangnya crowd pun harus puas menonton band brutal ini tanpa moshing dan pogo karena venue yang terlalu kecil dan sesak, bahkan untuk sekedar headbang pun susah. Sorak-sorai kian memuncak tatkala Hiperbola Dogma Monotheis dilanjut dengan Horror Vision dimainkan. “Kami belum pernah seintim ini di Surabaya,” ujar Daniel sambil menyalakan rokoknya. Suguhan terakhir dari Deadsquad malam ini: Manufaktur Replika Baptis menjadi penutup secret gigs yang epik. Track terbaik di album Horror Vision ini menjadi klimaks pertunjukan yang sayangnya tanpa encore walaupun hampir seluruh penonton berteriak “one-more-one-more.” Deadsquad pun pamit. Secret gigs tetap berakhir manis. Sampai jumpa lagi di penampilan ketiga Deadsquad di Surabaya.

Mahasiswa sastra. Kecanduan Tebs dan masih mengimani Billie Joe Armstrong sebagai nabi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Gallery: Rockmaiden, Oase Gigs di Tengah Ramadhan

Published

on

Persiapan alat dan (mungkin) jam tarawih membuat acara kolektif ini molor. Meski begitu, gigs ini mampu menghibur, terlebih di tengah pasifnya skala gigs saat ramadhan. Jajaran band pengisi bermusik berdistorsi berat seperti Electric Bird, X60 Jaran, The Classhat, Dandelions, The Old Pines, dan Frank The Syndicate membayar segala kelelahan penonton dalam menunggu. Berikut foto-foto dari fotografer kami.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Premiere Video Klip (Bukan) Playboy

Published

on

Kemarin (15/5) Dandelions memutar perdana video klip terbarunya, (Bukan) Playboy. Mereka bekerjasama dengan Senyawa Creative untuk menghasilkan sebuah ide cerita yang menggabungkan antara permainan sudut pandang, bahasa, dan semiotika.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Jayabaya Raya Vol.1

Published

on

Pekan yang padat. Kurang dari seminggu jelang Ramadhan, Surabaya diguyur estafet gigs,  salah satunya Jayabaya Raya Vol. 1 gagasan Jayabaya. Acara yang diadakan di Skale Space Sabtu kemarin (12/5) ini menghadirkan berbagai kolaborasi seni, pameran sekaligus launching Skale Store dengan enam performer pilihan. Berikut hasil jepretan dari fotografer baru kami, Adven Wicaksono.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya