Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Sunday Market Vol.5: Teduh Bersama Payung Teduh

Published

on

Hujan deras disertai angin kencang sempat mengguyur sebagian ruas Atrium Surabaya Town Square (Sutos) kemarin malam (23/2). Para pengunjung pun merapat ke tempat yang teduh. Seakan murka, hujan pun menghilangkan wujudnya karena banyaknya peneduh Surabaya, Ya, peneduh yang sedang menanti tampilnya Payung Teduh.

Batal tampilnya Sore sebagai guest star utama tak membuat ekspektasi penonton menipis, pasalnya skenario secret perform dari Payung Teduh benar-benar memecahkan suasana. Sekalipun hanya bermain delapan lagu, penampilan kalem dari Is, Cito, Ivan dan Comi berhasil menerjemahkan Love Affair sebagai event penuh keharmonisan di penghujung bulan. Best New Comers ICEMA 2012 ini menutup penampilannya dengan hits mereka Tidurlah, sebelumnya tampil pula ITS Jazz dan kuintet innocence folk pop Humi Dumi yang juga menampilkan salah satu lagu dari Angus & Julia Stone.

Tidak bisa dipungkiri, setelah lima edisi bergulir mungkin Sunday Market kemarin adalah edisi yang paling syahdu dibanding sebelumnya. Bagaimana tidak, berbagai konten acara, booth hingga penampil berlomba-lomba mempertontonkan kadar Love Affair masing-masing. Pengunjung pun makin tergiring hingga akhirnya seisi Atrium Sutos tampak bercinta dengan suasana. “Kami harap tiap orang nantinya dapat memaknai Love Affair secara luas, sekaligus bisa menjadi refleksi di tengah kultur Kota Surabaya yang tergolong keras,” jelas Alek Kowalski, penggagas Sunday Market.

Bertepatan dengan hari ulang tahun Surabaya Town Square, seperti biasa selama 12 jam berbagai kegiatan mengisi ruang demi ruang di seluruh Atrium Sutos. Mulai dari suguhan trial bike dari tokyobike, makanan-makanan yang tersedia di food corner, turnamen Love Pong, hingga mengabadikan moment di photo booth dengan dekorasi unik yang tersedia.

Foto oleh: Soledad & The Sisters Company

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya