Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

SURABAYA

Ronascent Compilation Vol.1: Sebuah Kolaborasi Apik Media Dengan Band

Published

on

Jangan lagi berbicara tentang bagaimana caranya merembukkan masing-masing scene yang ada di Surabaya, itu terlalu kuno. Salah seorang musisi lawas di Surabaya pernah berujar bahwa perbedaan hingga permusuhan antara kelompok genre satu dengan yang lainnya ialah hal wajar, baginya, yang tidak wajar adalah kenapa Surabaya tidak memiliki band mapan seperti kota-kota besar lainnya. Melalui latar belakang seperti itu, secara swadaya terbentuklah satu media online sederhana yang kelak difungsikan untuk memediasi kebutuhan band-band dari Surabaya dalam mempublikasikan karyanya.

Singkat cerita, media yang kalian kenal dengan nama Ronascent ini akhir tahun lalu (30/12) akhirnya memberanikan diri membuat satu album kompilasi lintas genre berisikan band-band dari Surabaya. Kompilasi tersebut sekaligus menjadi rekam jejak atau kaleidoskop geliat skena musik sidestream di Surabaya. Sepuluh partisipan yang ada di dalamnya adalah band-band lokal dengan integritas tinggi di sepanjang tahun 2013. Ronascent menyajikannya kembali menjadi satu rilisan yang ditujukan agar menjadi rujukan publik di tahun 2014 ini.

Terselip pula dalam kompilasi ini, Ronascent perlahan mengupayakan adanya simbiosis antara band dengan masing-masing genre yang berbeda. Tidak ada keinginan untuk merubah tetapi hanya memberikan warna di tengah pengapnya arus genre modern nan seragam yang mengekspansi Kota Pahlawan. Menyenangkan ketika mengakhiri track akustik sendu milik Taman Nada dan menyambungnya lagi dengan ketukan punk ala Give Me Mona. Atau menyudahi nuansa kelam European Ocean milik Cotswolds yang diteruskan dengan part metal Morganostic.

Besar pula harapan dari munculnya kompilasi ini ialah makin luasnya jangkauan band-band Surabaya untuk di dengar. Disamping itu, sudah saatnya Kota yang juga menjadi ibukota Provinsi Jawa Timur ini kembali melahirkan band-band bagus berkualitas.

Sekalipun hanya bersifat digital, tanpa disangka kompilasi ini mampu menarik perhatian dari ratusan pasang telinga. Akhir Januari ini Ronascent Compilation Vol.1 akan genap berusia sebulan, kami berterima kasih banyak pada lebih dari 300 orang yang telah mengunduhnya serta 1.000 lebih orang yang telah mendengarkannya via Soundcloud. Mungkin jumlah tersebut masih tergolong sedikit, tapi kami cukup bangga dengan tanggapan positif dari publik atas hasil pemikiran dari tim Ronascent.

Tak hanya sampai di situ, permintaan untuk menggelar pesta launching kompilasi ini pun bermunculan. Kami seakan kehabisan akal untuk menanggapinya, ini di luar dugaan dan akan kami usahakan. Terima kasih banyak atas segala permintaan, usulan dan kritikan. Di volume berikutnya, masih dengan konsep yang sama tim kami akan lebih selektif, segmentif dan representatif lagi dalam mengolah kompilasi ini.

Tracklist:
01. Taman Nada – Fase
02. Give Me Mona – Television
03. The Wise – Time Machine
04. Blingsatan – Pantang Menyerah
05. Berlin Night Club – Coming Home
06. Cotswolds – European Ocean
07. Morganostic – To Conceive
08. Headcrusher – Molotov
09. Mooikite – Agatha
10. The Flins Tone – Perjalanan Tahun Ini

Audio Streaming:

[disk_player id=”2974″]

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

NEWS UPDATES

Dopest Dope Pertanyakan Tujuan Hidup

Published

on

Dopest Dope (dari kiri): Ricky Mahardhika, Rifki Hidayat, Hengki Arisando & Sasmito Prawiro. (Dok. Artventure Management)

Setiap manusia di dunia tentu punya tujuan hidupnya masing-masing. Tujuan itupun beragam, bisa duniawi atau akhirat. Namun jika dimaknai lebih dalam, apakah semua manusia paham dengan tujuan dari kehidupan ini? Sebuah kebingungan pun menghinggapi Dopest Dope. Lewat single barunya Tuju, kelompok alternatif dari Surabaya ini mempertanyakan maksud dari pertanyaan tersebut.

Melalui rilis pers yang kami terima kemarin (30/8), Dopest Dope mengumumkan rilisnya single baru mereka sekaligus bercerita tentang kebingungannya. “Lagu ini (Tuju,red) berisi tentang kegelisahan seseorang yang bertanya-tanya mengenai tujuan sebenarnya dalam hidup. Apakah kematian adalah akhir? atau kehidupan sebenarnya dimulai setelah kematian? atau setelah mati akan dihidupkan kembali ke dunia dan begitu seterusnya?” tulis mereka melalui Artventure Management. Dalam lagu tersebut, Dopest Dope tampak mengajak pendengarnya untuk sedikit merenung dan mendapatkan jawabannya masing-masing.

Selain tentang lagu barunya, band yang tiga tahun lalu bekerjasama dengan Demajors untuk merilis debut album Close to Death ini juga memperkenalkan penggebuk drum barunya. Posisi Oldy Pandu Nugraha kini diganti oleh Hengki Arisando atau Sipenk yang sebelumnya lebih dikenal bersama unit stoner Hawk. Dalam single baru ini, Sipenk langsung terlibar dalam proses rekamannya. Begitupun Rifki Hidayat, gitaris anyar yang masuk setelah Close to Death rilis.

Continue Reading

Surabaya