Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Berdialog Dini Hari Pada Malam Bulan Bahasa

Published

on

Bulan Desember selalu identik dengan bulan terakhir yang mengantar semesta ini pada tahun baru. Namun tidak bagi para  Mahasiswa Sastra Indonesia dari Universitas Airlangga. Bulan Desember merupakan bulan bahasa bagi mereka yang merayakannya di Surabaya Town Square kemarin (19/12). “Yang muda yang berbahaya, karena yang berbahaya itu berbangsa dan berbudaya” tutur salah seorang panitia. Praktis, pernyataan tersebut menjadi tema sekaligus misi untuk tetap menyemarakkan perayaan tahunan bagi sastrawan dan sastrawati.

Beberapa konten acara seperti lomba debat Bahasa Indonesia, membaca berita, menulis essai, dan kompetisi fotografi menjadi ‘ritual’ wajib bagi mahasiswa/i Sastra tersebut. Tidak lupa grup musik folks kenamaan bali yakni Dialog Dini Hari didatangkan khusus untuk menutup malam perayaan Bulan Bahasa.

Sutos yang terkenal sebagai tempat hangout terhedon di Surabaya mendadak berubah suasana. Suara agung dari seperangkat alat gamelan menggema di sana, bahkan ludruk pun menghias gelak tawa pengunjung. Nuansa modernisasi yang terpadu rapi dengan beberapa kesenian tradisional sukses menjadi suguhan. Ganjil memang, namun pengunjung pun tetap menikmati suguhan tersebut hingga berakhir.

Pembukaan yang dimulai dengan penampilan akustik dari Minggu Tenang menjadi penanda nuansa moderniasasi yang harus rela bercampur dengan warna-warni seni yang dimarginalkan. Dilanjut oleh  Musisi Air Seni yang menyuguhkan beberapa puisi berbalut sentuhan nada gitar akustik. Musikalisasi puisi pun menjadi makan malam penonton dari dua band tersebut. Altarise yang tampil dengan format full band juga bermain cukup energik. Adapun disela-sela pertunjukan musik diisi dengan pembacaan puisi oleh komunitas Kota Jancuk. (Sebuah komunitas yang berkutat dalam bidang seni, musik, puisi, dan kemudian mengemasnya menjadi bagian cerita dari Surabaya). Komunitas tersebut memaknai cuk bukan sebagai umpatan, melainkan akronim dari cerita untuk kita (cuk).

Selanjutnya Pakar Sajen tampil apik dengan gamelannya. Musik campursari, dan ludruk khas suroboyoan dengan apik mereka tampilkan. Tentu tak terlewatkan penampilan band folks yang juga akan menjadi line up dalam Ronascent Compilation Vol.1 dan baru saja resmi menambahkan beberapa personil dalam lingkaran kecilnya. Yaps! Taman Nada menjadi band pembuka sebelum sang guest star Dialog Dini Hari memecah Atrium Hall Sutos. Bermain dengan format terbarunya, Taman Nada mencuri perhatian pengunjung dengan kesederhanaannya. Pulang kembali menjadi lagu penutup penampilannya, meskipun begitu para pengunjung masih tetap berdiri di tempat untuk Dialog Dini Hari.

Tampil seorang diri dengan bermodal gitar serta suara emasnya, Pohon Tua menguasai seluruh penonton. Trio folks asal Bali ini tidak dapat datang dengan full personil karena masih melakukan persiapan untuk album selanjutnya. Semakin terpusat pandangan penonton ketika Pohon Tua mengajak salah satu penonton untuk bernyanyi Pelangi bersama. Malam puncak Bulan Bahasa pun pecah oleh satu orang saja. Dialog Dini Hari resmi menutup gelaran tersebut dengan damai.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

Surabaya