Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

The 5th Indie Clothing Expo [Day 1]: Special Move With Electric Groove

Published

on

Masih ingat dengan tema Indie Clothing Expo tahun lalu? Ialah Is It The End?, sebuah tema yang diyakini memiliki banyak makna. Pada dasarnya tema tersebut mencitrakan tentang pertanyaan yang merujuk pada “Apakah ini akhir dari brand-brand lokal?”, nyatanya tidak begitu, Dyandra Promosindo dan KICK pun membuktikan bahwa pecinta brand lokal tidak sedikit, buktinya dalam hajatan keempat mereka tahun 2012 lalu pengunjungnya mencapai lebih dari 50 ribu.Is It The End? sekaligus menjadi perpisahan pameran clothing terbesar di Surabaya dengan tempat sebelumnya yang sudah mendarah daging (Gramex,red). Dalam menyikapi perkembangan ICE dan animo pengunjung yang makin padat tiap tahunnya, mereka memilih hijrah ke Grand City, dengan alasan luas area pameran yang lebih luas mencapai 10 ribu meter² (indoor dan outdoor), sehingga pengunjung dapat leluasa saat hedon. “Lebih besar dan bagus, gak perlu desak-desakan lagi seperti tahun kemarin” ungkap Reza, salah satu pengunjung di hari pertama The 5th Indie Clothing Expo kemarin (8/11). Dirinya mengakui bahwa penyelenggaraan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Agung “Enak gini, dua stage lebih manusiawi. Karena gak semua pecinta fashion suka musik yang dihadirkan kan? Jadi mereka yang niat hanya belanja bisa langsung pulang tanpa takut terjebak di dalam karena pintu keluarnya dipenuhi penonton musik. Dan satu lagi, menempatkan panggung musik di outdoor stage adalah ide yang tepat, karena persediaan oksigen di luar lebih banyak” ungkapnya, dirinya juga mengaku tidak pernah absen sejak kali pertamanya Indie Clothing Expo digelar pada 2009 silam. Menilik dari komentar-komentar tersebut bukan tidak mungkin jika pengunjung tahun ini akan lebih membludak lagi dari sebelum-sebelumnya.

Dan akhirnya setelah menunggu setahun, The 5th Indie Clothing Expo resmi dibuka kemarin (8/11) dengan mengusung berbagai hal baru. Patut diakui bahwa hajatan ini selalu berkembang di tiap tahunnya. Kali ini mereka mengangkat tema Propulsion Fashion. Terbukti, sekalipun tidak langsung berbondong-bondong kedatangan pengunjung, tapi pameran yang dibuka sejak pukul 10 pagi ini stabil kedatangan pengunjung yang masih tetap diekspansi oleh remaja-remaja tanggung.

Electric Groove diusung sebagai tema yang mewakili hari pertama mereka. Mulai dari Amonra, American Rascals, Freak Roll, Tulipe De Gezner, Electricnation hingga Hi Mom! silih berganti menaiki stgae outdoor. Puncaknya, duo Angkuy dan Nobie dalam Bottlesmoker sukses meriuhrendahkan stage outdoor Indie Clothing Expo. Walau terhitung sangat jarang datang ke Surabaya, toh mereka nampak dengan mudah membius muda-mudi yang datang menyaksikannya. “Surabaya, You Rawk! We had so much fun!” teriak duo electropop asal Bandung ini setelah mengakhiri performnya. (ian/farid)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya