Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

A Music Journey: Satukan Scene Surabaya Dengan Gigs Singkat

Published

on

Malam itu tidak sedikit yang mempertanyakan tentang alasan dibalik mengotaknya komunitas-komunitas musik di Surabaya kepada leader Devadata, Bodas. Bodas yang notabene ialah pelaku musik yang masih eksis sejak akhir 90an menjadi sasaran pertanyaan disaat sesi music clinic. Dengan cakap ia pun menjawab bahwa itu semua sudah menjadi kultur sejak dulu, namun kini perlahan tapi pasti seluruh komunitas yang mengatasnamakan genrenya masing-masing mulai melebur. Hal itulah yang tersaji pada gigs #Aexhange: A Music Journey Kamis pekan lalu (21/11).
Tidak hanya berdiskusi tentang perbedaan genre, tapi dalam acara yang bertempatkan di Matchbox ITATS ini juga menghadirkan beberapa band lintas genre. Hasilnya pun bertolak belakang dengan asumsi para pengamat selama ini. Terlihat penonton saling melebur menikmati satu persatu band bertumbangan diatas stage minimalis tanpa atap.
Kraken menjadi penampil pertama dalam acara tersebut, suguhan rock lawas yang mereka tampilkan memantik penonton untuk mengatasbawahkan kepalanya (baca: headbang). Hingga akhirnya band santai nan ramai yang mengusung musik reggae, yakni Mama Say Reggae mendapat giliran untuk unjuk gigi. Bahkan penampilan mereka terlihat lebih ramai, para pasukan vespa pun beramai-ramai memadati depan panggung untuk ‘senam malam’. Hingga akhirnya sang solois electrogue pasang badan dengan perangkap laptopnya dan terakhir sang veteran Devadata menutup keseluruhan rangkaian acara A Music Journey.
Tidak ketinggalan disela-sela pernampilan keempat penampil, Bodas dan Cahyananda memberikan klinik tentang musik. Khususnya Cahyananda, CEO dari Digital Music Universiy (DMU) ini berhasil menggugah rasa penasaran penonton akan segala macam intrik dibalik sebuah home recording. Dengan bahasa ala Pojok Kampung Cahyananda memaparan segala pengalamannya selama berada dibalik studio rekaman.

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya