Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Firehouse & Steelheart Membakar Surabaya

Published

on


SURABAYA – Setelah Creed sukses mengguncang Surabaya tahun lalu, kini giliran duo rock legendaris era 80-an, Steelheart dan Firehouse diusung menyemarakkan perayaan rutin Guinnes Arthur’s Day. Kamis (17/10) kemarin Surabaya yang menjadi destinasi ketiga setelah Medan dan Bali terpuaskan oleh penampilan mereka.

Steelheart mengguncang crowd Convention Hall di Grand City lebih dulu dengan lagu andalannya Blood Revolution. Miljenko Matijevic cs memulai pertunjukkannya tepat pukul 21.00 WIB. Tanpa banyak interaksi dengan penonton, band yang baru menelurkan lima album ini menggelintir tracklistnya seperti We All Die Young yang cukup ditunggu-tunggu oleh penonton. Walaupun diawal sound sedikit mengecewakan, namun Steelheart membayarnya dengan performa terbaiknya dan menutup penampilannya dengan She’s Gone. “We Love Indonesia!” teriak Miljenko, vokalis Steelheart.

Firehouse makin membakar Surabaya dengan menyapa langsung lewat hits Shake and Tumble. Setelah itu beruntun All She Wrote hingga Love Of A Lifetime sukses memanjakkan penonton. Akhirnya C.J Snare, Bill Leverty, Michael Foster dan Allen McKenzie menutup pesta perayaan Guinness Arthur’s Day di Surabaya dengan mega hitsnya di tahun 1991, Don’t Treat Me Bad.

Performa apik dari Steelheart dan Firehouse sebelumnya juga dibuka oleh band rock tanah air, Kotak. Bahkan suasana tidak kalah chaos ketika Kotak tampil. Band jebolan Dreamband ini menstimulus penikmat classic rock Surabaya untuk merapat kedepan. Penonton kian bergemuruh ketika Rock Never Dies dimainkan oleh trio Tantri, Chua dan Chella ini. Acara kali ini terbilang sukses, tiket-pun telah sold out sejak tengah hari, entah berkat calo atau antusiasme penonton.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya