Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Action Sunday #5: D.I.Y Fair-Prototips

Published

on

Sebulan setelah meninggalkan tanah Afrika, White Shoes & The Couples Company akhirnya hadir kembali menyapa penggemarnya di Surabaya. Melalui rangkaian acara Design It Yourself (D.I.Y), kali ini Sari, Rio, Saleh, Ricky, Mela dan John eksklusif tampil dua hari berturut-turut, yakni pada Fund Raising Gigs: Afternoon Tea (12/10) dan D.I.Y Fair (13/10). Lengkap sudah kegembiraan para penggemar band yang identik dengan sepatu putihnya ini.
Masih sama seperti sebelum-sebelumnya, WSATCC menampilkan lagu-lagu andalannya dari album Skneario Masa Muda hingga Vakansi. Tidak lupa juga beberapa lagu dari album Menyanyikan Lagu Daerah yang baru mereka rilis bulan Mei kemarin. Seperti biasa, penampilan kuintet pop Jakarta ini tidak pernah mengecewakan, terutama sang biduan paling depan, Sari. Sebelum itu, salah satu band lokal yang innocent dari Surabaya, Humi Dumi juga sukses memeriahkan D.I.Y Fair serta penampilan dari trio Malang, Juwita Noni, Chikod dan Gep Mitch yang tergabung dalam Altarise.
Diluar panggung, puluhan art + design market turut meramaikan acara yang terorganisir melalui Soledad & The Sisters Company, c2o dan Surabaya Town Square ini. Selain itu pertunjukkan electronic arts oleh Helmi Hardian dari WAFT-Lab hingga pameran kartu pos oleh LOS. Suasana Sutos malam itu ramai di tiap sudut seperti biasanya ketika Action Sunday datang melanda muda-mudi Surabaya di tiap bulannya.
Sebagai pembuka di siang harinya, bincang-bincang santai yang menghadirkan Indra Ameng di TS Cafe menginspirasi para pengunjung. Indra Ameng yang telah bertahun-tahun sukses menjadi kolaborator di Ruang Rupa ini berbagi banyak hal tentang arts & design.
D.I.Y Fair ini merupakan salah satu dari rangkaian acara yang di gagas oleh c20 dengan tema ‘Prototips’. Acara ini mendukung segala hal tentang desain dan akan terlaksana selama satu bulan penuh dari 24 September hingga 27 Oktober mendatang. Berbagai bintang tamu turut dihadirkan untuk menjadi bagian dari workshop, pameran, pertunjukan musik hingga Zine Picnic.

Foto oleh: c2o Library & Collabtive
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya