Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Sunday Market #3: Membuka September Dengan New York

Published

on

September kali ini Surabaya di suguhkan dengan gelaran ketiga dari Sunday Market yang dimana acara tersebut selalu menjadi tempat berkumpulnya para kaum kreatif kota pahlawan dari empat aspek: Fashion, Music, Art & Good Food. Dengan mengangkat tema ‘NYC’, akhir pekan lalu (1/9) Sunday Market menyajikan konten acara yang jauh lebih banyak dari gelaran sebelumnya pada Maret lalu. Kali ini tidak hanya labels & flea market yang menjadi magnet bagi pengunjung, namun hadirnya kuartet rock Bandung, The S.I.G.I.T. (The Super Insurgent Group of Intemperance Talent) sekaligus memecahkan nuansa minggu malam kemarin di Atrium Surabaya Town Square (Sutos).
The Bronx, Brooklyn, Manhattan, Queens dan Staten Island yang merupakan lima district utama dari kota New York-pun hadir di Atrium Sutos dengan masing-masing kekhasannya. The Bronx yang terkenal dengan kultur grafitti-nya terealisasikan melalui kolaborasi tim Sunday Market dengan beberapa seniman graffiti Surabaya dengan tajuk ‘Go Home You’re Drunk!’ yang dimana untuk pertama kalinya tersaji pop art gallery di dalam mall. Setelah itu Manhattan district yang menyajikan labels dan flea market, lalu ada pula demo masak dari ahli-ahli kuliner Surabaya yang di adaptasi dari Queens district, Ada juga Brooklyn stage yang menyajikan band-band lokal terbaik yang disusun untuk membuka penampilan The S.I.G.I.T. serta hadir pula komunitas Surabaya Berkebun yang memberi nuansa hijau sekaligus mewakili Staten Island.
Aktifitas jual-beli pun telah ramai sejak siang hari begitu Sunday Market #3 resmi dibuka, kurang lebih terdapat 124 booth yang non stop membuka lapak selama 12 jam. Gelaran ketiga Sunday Market kali ini juga menawarkan koneksi free hotspot wi-fi di tiap sudut Surabaya Town Square serta Sunday Market Radio yang dapat di streaming secara online melalui website mereka yang dipandu oleh Gagah Diorama dan Nindy.

Kondisi Atrium Sutos-pun makin menjadi-jadi ketika malam tiba, kuintet rock Surabaya yang kabarnya sedang menyiapkan album baru, My Mother Is Hero memulai pertunjukkannya sekitar pukul 18.30 yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari band yang sedang disibukkan oleh tur mbladhus-nya, Cotswolds. Penampil berikutnya, Berlin Night Club hadir dengan lima lagunya yang semakin mengajak para pengunjung merapat kedepan, hingga akhirnya Aditya Bagja, Donar Armando, Farri Icksan dan Rektivianto keluar dari backstage dengan tanpa banyak bicara, mereka langsung melantunkan ‘Horse’ sebagai lagu pembukanya. The S.I.G.I.T. yang awal Maret lalu baru saja merilis album Detourn tak luput untuk memainkan nomor-nomor andalannya dari album tersebut seperti Gate of 15th, Let The Right One In, Conundrum serta Black Summer. Setelah menggelintir 13 lagu, akhirnya penampilan band Psychedelic rock ini di tutup dengan hits mereka, Black Amplifier.

Secara kasat mata Sunday Market #3 kali ini terbilang lebih heboh di banding dengan dua gelaran sebelumnya, di samping acara yang makin konseptual dan pengunjung yang silih berganti terus berdatangan. Sebuah modal bagus untuk hajatan berikutnya karena Surabaya sepertinya mulai menjadikan Sunday Market sebagai event rutinnya.  “Sampai ketemu lagi di Sunday Market berikutnya yang akan kita laksanakan akhir tahun ini dengan tema Tokyo Saya harap volume berikutnya akan lebih ugal-ugalan dari sebelum-sebelumnya.” Ungkap Alek Kowalski.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Gallery: Rockmaiden, Oase Gigs di Tengah Ramadhan

Published

on

Persiapan alat dan (mungkin) jam tarawih membuat acara kolektif ini molor. Meski begitu, gigs ini mampu menghibur, terlebih di tengah pasifnya skala gigs saat ramadhan. Jajaran band pengisi bermusik berdistorsi berat seperti Electric Bird, X60 Jaran, The Classhat, Dandelions, The Old Pines, dan Frank The Syndicate membayar segala kelelahan penonton dalam menunggu. Berikut foto-foto dari fotografer kami.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Premiere Video Klip (Bukan) Playboy

Published

on

Kemarin (15/5) Dandelions memutar perdana video klip terbarunya, (Bukan) Playboy. Mereka bekerjasama dengan Senyawa Creative untuk menghasilkan sebuah ide cerita yang menggabungkan antara permainan sudut pandang, bahasa, dan semiotika.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Jayabaya Raya Vol.1

Published

on

Pekan yang padat. Kurang dari seminggu jelang Ramadhan, Surabaya diguyur estafet gigs,  salah satunya Jayabaya Raya Vol. 1 gagasan Jayabaya. Acara yang diadakan di Skale Space Sabtu kemarin (12/5) ini menghadirkan berbagai kolaborasi seni, pameran sekaligus launching Skale Store dengan enam performer pilihan. Berikut hasil jepretan dari fotografer baru kami, Adven Wicaksono.

Seorang mahasiswa hampir abadi yang menghabiskan sebagian besar waktu di kehidupanya dengan hal hal penuh manfaat seperti mengabadikan wajah wajah ekstase para pemuda pemudi bangsa di atas panggung.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya