Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Melodic Fest 2K13 [Day 3]: Malam Puncak Melodic Yang (Hampir) Sempurna

Published

on

“Jika tahun ini Melodic Fest diadakan secara 3 hari, semoga pada tahun depan acara seperti ini dapat dilangsungkan selama satu minggu, sampai bertemu ditahun depan” ucap Essa, bassis dari King Of Panda di sela-sela lagu Bersukaria, lagu tersebut sekaligus menjadi yang terakhir bagi Kinopan dan juga Melodic Fest 2k13.

Sekitar pukul 11 malam King Of Panda mulai menghibur muda-mudi Surabaya dengan suguhan pop punk breakdown yang diimbuhi dengan pemanis synth yang cukup dominan, meskipun secara resmi mereka telah kehilangan kompas pada posisi synth, tetapi aditional player tampil malam itu nampak tidak mengecewakan. Setelah berhasil menghempaskan suasana melalui intro-nya, band Bali ini melanjutkan penampilanya dengan beberapa nomor andalannya seperti 12, Rasa Yang Ada Takkan Pernah Hilang dan Terhapus Semua, Bersukaria dan Stereo. Sebuah lagu dari NOFX yang berjudul Linoleum-pun turut mengisi setlist mereka kemarin malam (8/9). Choqy, Wahyu, Essa, dan Gunk de sukses menghibur penonton dan kawan panda yang telah berulang tahun ke-1 hari itu. Total tujuh lagu sukses mengajak penonton untuk sing along sekalipun terjadi kericuhan sesaat penampilan King Of Panda.

Meskipun terlihat cukup sepi di banding hari-hari sebelumnya, namun sosok The Flins Tone sukses merapatkan barisan remaja-remaja tanggung yang hadir di crowd Monkasel semalam dengan memulai pertunjukkan melalui lagu Perjalanan Akhir Tahun. Karya-karya mereka yang terkumpul dalam album pertama ‘He’s The Best Actor From This Episode’ keluar melalui sound yang apik dan disambut cukup hangat oleh penonton dengan terus ber-sing along. Malam itu The Flins Tone membawakan total delapan lagu yang diantaranya terselip sebuah lagu dari New Found Glory, Understatement. Selain TFT dan King Of Panda masih banyak band yang telah berpatisipasi dalam acara tersebut, seperti Ghea (genre Space rock) yang tidak jauh seperti AVA  dan The Gamblez yang terkenal dengan karyanya “Asu Raimu”.

Gelaran ‘Melodic Fest 2k13’ yang diadakan selama tiga hari berturut-turut di panggung yang cukup kompeten di samping monumen kapal selam Surabaya sukses menjadi gelaran yang terbilang ramai namun sayangnya tak berlaku di hari terakhirnya. Yaps! “Melodic memang masih punya taring” seperti yang kami katakan pada hari sebelumnya. Diramaikan pula oleh bermacam-macam band dari berbagai kota di tanah air, Melodic Fest sukses menghibur pecinta ‘Melodic’ yang khususnya di Surabaya, seperti di hari pertama yang mendatangkan Billfold dan Fun Fun For Me, unit punk with attitude dari kota Malang SATCF dan juga unit streetrock veteran asal Surabaya, Blingsatan serta Jakarta Boomblast. Pada hari terakhir-pun guest yang dihadirkan juga tak kalah seru dari hari-hari sebelumnya, yakni The Flins Tone (TFT) dan King Of Panda.

Foto oleh: M. Rudiansyah

Pelaku musik yang tak pernah laku di pasaran. Kini sedang belajar menulis demi mencari cerminan diri sendiri.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Galeri Foto: Synchronize Fest 2018

Published

on

Selama tiga hari kami berkelana di tengah padatnya Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Baik di atas atau bawah stage terasa sesak. Mata dan telinga kami kenyang terpuaskan oleh penampilan ratusan musisi lintas generasi. Sebuah kenyataan di mana musik Indonesia memang beragam dan menyenangkan. Silahkan menikmati hasil jepretan fotografer kami.

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Continue Reading

EDITOR'S PICK

Menengok Wajah Musik Indonesia di Synchronize Fest 2018

Published

on

Sinkronisasi musisi antar generasi masih jadi issue utama di Synchronize Fest ketiganya. (Foto: Agastiko)

“Jika ada orang tanya, seperti apa sih musik Indonesia? Suruh datang aja ke Synchronize Festival.” Begitulah kira-kira celetuk Iga Masardi di sela-sela set Barasuara di event tersebut. Yap, tahun ini salah satu festival musik terbesar di Indo ini kembali menyapa pemuda-pemudi yang haus akan lantunan musik Indonesia dari generasi ke generasi.

Festival musik yang dikerjakan Dyandra Promosindo dan Demajors ini kembali digelar untuk ketiga kalinya di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Seperti tahun-tahun sebelumnya, signature Synchronize Festival ada deretan pengisi acara yang banyak, hingga ratusan. Lelah? memang. Tapi mood yang terbangun untuk melihat segala macam bentuk dan tampilan musik lintas genre mengalahkan segalanya. Hiperboliknya, event ini sudah cukup menggambarkan wajah musik Indonesia dulu dan sekarang.

.Feast di Synchronize Fest kemarin. (Foto: Agastiko)

Hari pertama, kalau dideskripsikan dengan satu kata sih ya “gendheng”. Deretan aksi panggung yang bikin geleng-geleng hingga ngakak sudah tersaji. Aksi dari Mesin Tempur misalnya. Band grindcore Bandung ini nyeleneh dengan membawa ayam jago ke atas panggung.  Tak mau kalah dengan Mesin Tempur, band bernuansa Betawi, Jiung juga menyuguhkan aksi panggung yang gila. Ajul, sang vokalis dengan enaknya turun panggung lalu mandi ditengah-tengah penonton. Sesudah maghrib, insaf sejenak. aksi panggung yang gila sudah berkurang, namun digantikan dengan set-set menawan. Mooner, yang pertama kalinya main di Synchronize Fest disambut antusias oleh penonton yang  menjadi-jadi. Bergeser ke District Stage, ada Reality Club yang tak kalah histeris-nya disambut. Makin malam makin jadi. Kaki sudah lelah, tubuh berkeringat, rambut lepek, baterai gadget mulai lowbatt. Tapi, jam 21.30 masih ada dua penampil yang sayang untuk dilwati. Di Dynamic Stage ada dominasi anak-anak muda sedang “menunggangi badai” dengan Barasuara. Sedangkan di Forest Stage, para senior indie sedang “menikmati coklat” bersama Pure Saturday”. Puncaknya, penampilan Naif, si tukang sedot keringat penonton.

Lanjut hari kedua, kali ini nuansa nostalgia terasa lebih kental. Deretan pengisi acara seperti Godbless, Sheila On 7, dan Project Pop ada di hari itu. Di set Godbless, penonton dipenuhi  kalangan senior pecinta rock lawas. Tembang-tembang hits seperti Musisi, Kehidupan, Rumah Kita, Semut Hitam, dan Panggung Sandiwara membangun vibes karaoke bersama. Begitupun Sheila On 7 yang penuh sesak oleh penonton lintas generasi. Sementara di Distric Stage, musik jenaka Project Pop begitu merindukan era di mana grup vokal itu tidak harus selalu keren, tapi juga bisa receh nan menyenangkan. Sang Raja Dangdut, Rhoma Irama dan Soneta Group akhirnya menutup hari kedua. Pesonanya yang kharismatik sebagai maestro selalu berhasil menyebarkan penyakit menular; (baca: goyang).

Well, dua hari non-stop berkeliling luasnya venue. Pindah dari satu stage ke stage lain, sebenarnya ada pikiran untuk menyudahinya. Tapi apa daya, nama-nama seperti Snickers And The Chicken Fighters (SATCF), Ramengvrl hingga NOXA terlalu sayang jika terlewatkan. Jamrud pun hadir di Dynamic Stage. Lagu-lagu lawas-nya masih terdengar lantang meski ada perubahan pada karakter suaranya. Lagi-lagi dan lagi-lagi, penonton yang dibesarkan era MTV Ampuh sangat dimanjakan. Kali ini giliran Padi Reborn beserta penutup Synchronize Festival 2018 secara keseluruhan; Dewa 19 bersama Once & Ari Lasso. Fine! ini sebuah pertunjukan langka. Deretan megahits yang versi bajakannya tak kalah laris ini membuat penonton semakin giting. Dua eks vokalis terbaik itu tampil dalam satu stage pertama kalinya. Di tengah nikmatnya mengenang masa muda, kami pun berpikir: bagaimana caranya si organizer melakukan proses negosiasi dengan mereka yah? Ahh sudahlah, sekalipun kami bisa melakukannya, pasti kami tak sanggup membayarnya. Akhir cerita, kami puas dan semua penonton lainnya pun demikian. Harapan kami, semoga konsep acara ini terus berkembang. Jangan sampai termakan jenuh. Karena pada dasarnya, wajah musik nusantara ada di sini (untuk saat ini). See you next year!

An amateur dilettante | Straight Edge | Star Wars’ die-hard fans | Records Junkie |

Continue Reading

EVENTS

Brotherground 2018: Beside Primadona, Down For Life Mempesona & Klimaks Death Vomit

Published

on

Mengadakan festival musik hingga edisi ke-5 bukan perkara mudah. Apalagi dengan line up yang konsisten kencengnya. Tahun ini Beside jadi primadona, namun Down For Life tak kalah mempesona, ditambah tenaga Death Vomit yang tak pernah habis hingga tuan rumah Fraud yang selalu beringas. Kami merangkumnya dalam foto-foto yang bisa memanjakan mata kalian.

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Continue Reading

Surabaya