Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Melodic Fest 2K13 [Day 1]: Bukti Bahwa Melodic Masih Di Gemari

Published

on

Riuh rendah penonton pecah seketika begitu intro singkat dari Billfold mengundang sang aktris utama, Gania untuk memasukki panggung dengan setelan hitam-putihnya. “Yeah, we are Billfold from Bandung” teriak Gania yang tanpa banyak bicara langsung menggelintir tiga lagu lama yang diambil dari Ep pertama mereka Substitute. Fase awal munculnya Billfold di panggung Melodic Fest 2K13 hari pertama (6/9) seakan langsung merapatkan barisan muda-mudi Surabaya untuk menyaksikkan biduan hardcore yang memang (lebih) di nantikan daripada bandnya.

Tampil dengan tambahan gitaris, kuartet pop punk hardcore kenamaan Bandung ini menggelintir single-single terbarunya seperti ‘Bisa’, ‘Sama’ dan ‘Abaikan’, tidak lupa juga sang vokalis, Gania Alianda meramahkan suasana malam itu dengan mengajak seorang penonton wanita untuk berduet menyanyikan lagu ‘Sama’. Untuk mempermanis performa Billfold malam itu, sang biduan hardcore-pun unjuk skill kewanitaannya dengan melantunkan lagu lama milik Denada. Total keseluruhan Gania Alianda, Ferrin, Angga dan Pam Alayubi memainkan delapan lagu dan sekaligus menutup hari pertama Melodic Fest 2K13 yang diadakan kemarin (6/9) di Monkasel, Surabaya.

Tidak hanya menampilkan Billfold, puluhan band pop punk, hardcore, punk dan sejenisnya-pun saling berestafet ria dalam hajatan yang terorganisir melalui Vox Management dan Hardchild ini. Sesaat sebelum Billfold, tampil pula kuartet pop punk asal Ponorogo yang juga menjadi headliner dalam Melodic Fest 2K13, yakni Fun Fun For Me. Band yang akan melakukan tur bulan November mendatang ini berhasil memanaskan crowd dengan hantaman enam lagunya serta penampilannya yang cukup atraktif.

Penampilan dari Billfold dan Fun Fun For Me yang di set menjadi daya tarik untuk gelaran Melodic Fest hari pertama ini juga dibuka oleh beragam band yang tergabung dalam lingkup melodic. Ada Good Morning Avika yang berhasil mengambil perhatian para remaja tanggung dengan lagu dari Rocket Rockers, Ingin Hilang Ingatan. Band skatepunk Surabaya, Straight At Venue juga tidak kalah serunya, setelah beberapa bulan tidak nampak, band yang beranggotakan Hero, Amrin, Ivan, Nelles, Kiko dan Cholis ini menghajar crowd di Monkasel dengan lagu-lagu dari album mereka, Future.

Band pop punk dari Sidoarjo, Remaja Tanpa Cinta juga semakin ekstrim dengan memainkan tiga buah lagu yang masing-masing ‘tanpa cinta’, serta unit punk Surabaya, Tulipe de Gezner yang memamerkan lagu barunya dalam durasi kurang lebih 30 menit. Gelaran Melodic Fest 2K13 ini memang akan menghadirkan cukup banyak band di tiap harinya, seperti di hari pertamanya ada Billfold, Fun Fun For Me, Good Morning Avika, Straight At Venue, Remaja Tanpa Cinta, Tulipe de Gezner, Chocolate Disaster, Glory For Heroes, Solution Blank, Chocochips dan masih banyak lagi yang turut berpartisiasi sejak siang hari.

Seandainya Surabaya punya award khusus untuk skena lokal, gelaran ini rasanya cukup pantas masuk nominasi sebagai event terbaik di tahun 2013, terlebih karena tiket pre-sale di hari pertama ludes terjual dan tiket on the spot kabarnya terjual hingga 75%, hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa ‘melodic’ masih punya taring. Pencapaian yang baik di hari pertama untuk sebuah event yang menargetkan pangsa para remaja tanggung dengan harga yang tidak tanggung-tanggung. Bagaimana dengan hari kedua? Prediksi kami justru puncak acara akan hadir esok (7/9) bersama trio headliner Snickers And The Chicken Fighters, Blingsatan dan Jakarta Boomblast.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Gastronout; Menggiring Pegiat Kreatif Sidoarjo Untuk Produktif (Lagi)

Published

on

Penampilan Silampukau di Gastronout. (Dok. AAA)

Selama setahun ke belakang, Sidoarjo terus berbenah. Mempercantik tiap sudut kota dengan taman hingga tempat hiburan. Baru-baru ini malah toko ofisial milik klub sepakbola Persebaya muncul di pusat keramaian kota Udang. Selain itu, dibangunnya mall dengan signature rollercoaster yang menembus kaca ruangan juga punya andil memadatkan salah satu kota Industri di Jawa Timur tersebut. Alhasil, Sidoarjo makin ramai, namun apakah industri kreatif-nya juga demikian?

Ya, mungkin banyak yang bertanya pada ke mana kehidupan seni di Sidoarjo? Coba mengerucut ke musik. Ke mana nama-nama seperti Relics, Remaja Tanpa Cinta, Pingpongdash, Mahkota Jaya Abadi, The Shantoso, Zombie vs Plants, Westfall, atau Dracula Omnivora? Beberapa mungkin memang sudah istirahat dengan tenang, namun ada diantaranya yang masih menggantung tanpa arah. Beberapa waktu silam kami juga sempat menyaksikan gig dari band-band grunge Sidoarjo di JJ Park, yang sayangnya tempat itu sudah ditutup.

Sampai di pekan lalu (13-15 Juli), sebuah acara bertajuk Gastronout digelar di Cannopi; kafe yang berada juga di pusat Sidoarjo tampak menyedot banyak muda-mudi setempat. Tidak kaget memang, pasalnya ada nama Silampukau di sana. Band yang sukses menarik perhatian penyuka folk itu berkesempatan tampil untuk kesekian kalinya di Sidoarjo. Hadir juga The Suku Dalu, pemain lama di skena kota tersebut. Kafe yang seharusnya minimalis pun terlihat sesak. Begitupun keesokan harinya, takkala dua band Malang; Young Savages dan Beeswax berbagi panggung dengan dua band Surabaya; Humi Dumi dan Cotswolds.

Selain pertunjukan musik, terdapat juga aktivitas cukil serta beberapa aktivitas lainnya. (Dok. AAA)

Gastronout sendiri merupakan event yang diinisiasi oleh AAA (Andasih; Alangen; Adamar). Kalau tidak salah, dalam Bahasa Jawa, ketiga kosa kata itu merujuk pada makna mengabdi dan bersenang-senang. Sejak Mei kemarin, AAA mulai membuat pergerakan kecil yang dinamai Palapa. Bukan sekadar pertunjukan musik, tapi juga berbagi ilmu serta pengalaman, mengadakan pameran, hingga workshop dalam satu acara.

Dan Gastronout sendiri ialah event ketiga mereka. Gastronout pun bukan sembarang nama. Kata ini jika dipenggal memiliki dua fonem; yakni Gas sebagai aksen atau kata yang biasanya digunakan untuk mengiyakan, “ayo budal nang sumur welot? gas, budal tok!”. Sementara astronout, tentu memaknai tentang menjelajah jauh melewati batas. Terendus sebercak aroma movement yang tulus dari anak-anak di kota ini. Meskipun di beberapa event ini mereka mendapat dukungan sponsor, tidak menutup kemungkinan ke depannya mereka berani berdiri mandiri meskipun dengan dana seadanya. Memang sudah seperlunya industri kreatif di Sidoarjo mulai mengikuti perkembangan kotanya yang kian maju dan terus berbenah. Mungkin, kolektif AAA inilah insiator barunya, menggiring para pegiat di kota ini untuk kembali produktif.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

EVENTS

Gallery: Patua Youth Crew #4

Published

on

Weekend yang padat. Tim kami harus berbagi waktu dan tempat untuk meliput event-event di Surabaya selama Sabtu dan Minggu kemarin. Salah satunya reunian keempat dari gerombolan Patua Youth Crew yang digelar hari Sabtu kemarin (14/7) di Monkasel. Padatnya line up yang diangkat berdampak pada minimnya menit tampil tiap band. Tapi tetap saja, yang namanya reunian tidak pernah luput dari temu kangen. Dan itu membuat penonton ‘baru’ terlihat linglung, kemudian memilih peduli setan untuk larut saja ke dalam mosphit.

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Continue Reading

EVENTS

Silaturockme: Forum Dua Arah Antara Musisi & Media

Published

on

Forum yang mempertemukan antara musisi dan media, kini bukan lagi makanan langka. Apalagi jika membahas hal paling mendasar; tentang bagaimana di publish dan apa saja syaratnya? “Kene goblok-goblokan ae yo, cek podo takok. Mene gak ngisin-ngisini lek ketemu wong media (Kita di sini goblok-goblokan aja ya. Biar pada tanya semua, besok gak malu-maluin kalo ketemu orang media,red)” celetuk Abas, selaku host yang berduet dengan Cak Boker.

Diskusi bertajuk ‘Silaturockme’ yang digelar pekan lalu (1/7) di P-Two Cafe tersebut melibatkan Brian dari Vojo Music, Ian Darmawan (Ronascent), dan Wira (Apresiasi ID & M-Radio). Ketiganya saling berbagi pengalaman mereka ketika menemui berbagai macam musisi. Adapun forum tersebut berjalan dua arah dengan banyaknya pertanyaan silih berganti. Setelah diskusi, acara berlanjut ke gigs, dengan 11 band kolektif yang tampil secara acak berdasar hompimpa.

Tukang Foto keliling, yang berusaha segiat mungkin, demi mengisi dompet dan perutnya.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya