Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

EDITOR'S PICK

Berbeda Merdeka: Simbol Nasionalisme Blingsatan Di Album Ketiga

Published

on

Butuh waktu lima tahun bagi Blingsatan untuk memberi jarak antara rilisnya debut album mereka Streetrock (2005) dengan Melodi Emosi (2010). Sungguh ironis, terlebih jika melihat sepak terjang trio punk Surabaya ini yang tidak pernah sepi event di tiap bulannya. Namun angin segar pun datang menginjak tahun 2013 ini, Blingsatan memutuskan kembali masuk studio untuk merekam lagu-lagu baru dan mengemasnya menjadi album penuh dengan titel yang cukup nasionalis, ‘Berbeda Merdeka’.

Kabar akan rencana album ketiga tadi sebenarnya sudah hangat berhebus sejak akhir tahun lalu, namun karena kondisi band yang memang memiliki jadwal perform yang padat membuat album sempat tertunda. “Dulu targetnya sih setelah puasa, tapi gagal nah sekarang kita targetnya tahun ini” ungkap Arief. Hinggap di bulan kesembilan tahun ini, Blingsatan membuktikan keseriusannya dalam menyelesaikan albumnya, terhitung hingga kini proses album sudah berjalan sebanyak 80%. “Lagu tinggal dua, udah selesai semua sebenernya tapi masih belum diisi vokal, mudah-mudahan bulan ini selesai dan bulan depan udah bisa mulai mixing” tambah Saka, vokal sekaligus gitaris di Blingsatan.

Dengan tema nasionalis, band yang dikenal melalui hits Belia ini bermaksud menyadarkan para pribumi bahwa kemerdekaan yang sebenarnya adalah menghargai perbedaan. “Indonesia tuh sebenernya heterogen, terlebih dalam dekat-dekat ini terlalu banyak konflik yang sampe berdarah-darah. (Jadi) kita disini kasih pesan bahwa kemerdekaan itu sebenernya adalah menghargai sebuah perbedaan” kembali jelas Arief selaku konseptor dalam album ini.

Belum ada kepastian untuk tanggal rilisnya, tapi terimplisitkan bahwa Arief, Saka dan Amir akan melepas albumnya bertepatan dengan hari-hari nasional yang akan hadir dalam beberapa waktu kedepan. Dari segi materi album, Blingsatan akan memasukkan total 13 lagu yang tidak termasuk dua single sebelumnya yakni Jadilah Pemberani dan Pantang Menyerah. Beberapa nama tenar juga turut berkontribusi untuk mengisi vokal di beberapa lagunya, seperti Bodas (Devadata), Wicak (Crucial Conflict), Surabaya Beatbox, Aditya (SATCF) hingga rapper kondang X-Calibour. Berbeda dengan album sebelumnya, di Berbeda Merdeka ini Blingsatan memberikan banyak porsi untuk lirik dengan bahasa Indonesia dan hanya satu yang berbahasa Inggris.

Sekalipun Blingsatan tidak menjanjikan adanya single yang akan keluar setelah ini, tapi mereka menjanjikan album Berbeda Merdeka akan segera keluar dalam hitungan bulan. Jadi untuk para kawan blings, silahkan menghitung mundur untuk rilisan ketiga dari satu-satunya trio punk Surabaya yang masih bertahan hingga kini.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Dialog Ibu & Anak Dalam “Berita Kehilangan” Milik Feast

Published

on

Artwork Berita Kehilangan yang dikerjakan Mikael Aldo & Baskara Putra. (Dok. Feast)

.Feast makin memantapkan posisinya sebagai band yang cukup responsif terhadap lingkungan sosial sekitarnya. Usai klip Peradaban yang cukup frontal, kemarin (10/8) mereka kembali melempar lagu sekaligus klip baru berjudul Berita Kehilangan. Secara lirik, apa yang mereka tuliskan masih cukup sarkas, namun implisit. Bedanya, nuansa musik yang diperdengarkan sangat sesuai dengan klipnya; gelap, berduka, dan pemakaman.

Lagu Berita Kehilangan ini ditulis sendiri oleh vokalis mereka, Baskara Putra. Ia terinspirasi dari beberapa kasus kriminalisasi yang telah terjadi, salah satunya yang menimpa mendiang temannya Raafi Aga Winasya Benjamin tujuh tahun silam. Adapun sebuah surat milik orang tua korban kriminalisasi lainnya juga menjadi sumber inspirasi mereka, sekaligus sebagai bentuk empati terhadap kasus-kasus tersebut.

Selain audio dan video yang cukup membangkitkan ambient lagu, kehadiran Rayssa Dynta sebagai kolaborator justru makin mendramatisir. Tiap bait yang dinyanyikan .Feast dan juga Rayssa Dynta dibuat seperti dialog antara Ibu dan Anak. Dialog itu menggambarkan bagaimana seorang Ibu yang berusaha mengikhlaskan kepergian anaknya. Begitupun sebaliknya, sang anak juga coba menguatkan Ibunya.

Single terbaru milik kolektif rock Ibukota ini sudah bisa dinikmati secara digital melalui layanan streaming Spotify, Joox, Apple Music, Deezer dan sejenisnya. Lalu untuk video klipnya bisa dinikmati lewat kanal Youtube ofisial atau IGTV milik .Feast.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

FEATURES

Ternyata Tidak ‘Selamanya’ Seringai Absen Rilis Video Klip

Published

on

Behind the scene pembuatan klip Selamanya. (Foto: Rigel Haryanto)

Pada era album Serigala Militia yang rilis 2007 silam, saat itu Seringai melempar tiga video klip. Ketiganya ialah Citra Natural, Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan), dan Serigala Militia. Lima tahun berselang, Arian13 cs absen dalam merilis klip meskipun album saat itu mereka punya gaco baru; album Taring yang cukup melejit. Dan sekarang, setelah 10 tahun absen merilis klip, band Ibukota ini akhirnya kembali menyelesaikan klip yang sekaligus jadi single teranyar mereka berjudul Selamanya.

Selamanya, lagu yang rilis pekan lalu itu mengambil konsep ‘Wahana Pesta Seringai’; gambaran minimalis yang seakan menyampaikan ke pendengar jika Seringai masih akan terus menerus menghibur. Ide itu datangnya dari Surya Adi Susianto, sutradara klip yang juga pernah menangani video musik dari Kunto Aji, Morfem, Ramengvrl, dan Lawless Vomit Crew. “(dalam klip ini) Seringai digambarkan bakal menghibur tiap pengunjung yang naik ke bus dan bersenang-senang bersama mereka sembari berkeliling kota, dan begitu seterusnya,” jelas Seringai melalui rilis pers yang Ronascent terima.

Pasca klip ini, Seringai berencana merilis album keempatnya berjudul Seperti Api yang akan dirilis via High Octance Production. Menurut Wendi Putranto, albumnya akan selesai produksi dalam waktu dekat. Pastinya, akan ada 11 lagu yang diproduseri sendiri oleh gitaris mereka, Ricky Siahaan. Selain diproduseri personil sendiri, cover album Seperti Api juga dikerjakan oleh vokalis mereka, Arian13. Tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya, Seringai masih gemar berbicara tentang isu sosial, sambil sesekali berbicara tentang sci-fi. Bahkan mereka juga berkolaborasi dengan solois, Danilla Riyadi. Jadi, silahkan ditunggu. Kemungkinan bulan depan.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

BACKSTAGE

RIP Gibson: Salah Satu Ikon Pembentuk Rock and Roll

Published

on

Jimmy Page (kanan) dengan siganture gitar Gibson double neck-nya. (Foto: Laurance Ratner/Wireimage)

Kita punya hutang yang besar pada Gibson; merek gitar legendaris yang memutuskan mengakhiri bisnisnya bulan ini. Tidak akan ada sound menyalak di Whole Lotta Love-nya Led Zeppelin andaikata Gibson tidak terbentuk 1894 silam. Jimmy Page—guitar hero kita semua—adalah pemakai Gibson Les Paul yang taat. Gibson juga sudah jadi signature Slash, Eric Clapton, sampai Pete Townshend dari The Who. Gibson—tanpa disadari—punya peran membentuk rock and roll, membuatnya bisa semacam agama baru yang pernah diimani hampir jutaan populasi.

Kalian bisa mengeceknya di YouTube, sejauh mana Gibson dan sound-nya yang ikonik, sangat cocok dimainkan gondrongers berjaket kulit dan bersepatu Doc-Mart. Satu lagi, bentuknya—ya Tuhan—lengkungan dan teksturnya membuat kamu sebagai budak rock and roll berpotensi horny; seperti maniak GP saat melihat knalpot Yamaha Rossi; seperti The Gooners yang bernafsu saat melihat trofi Liga Primer.

Cerita soal hancurnya bisnis Gibson dimulai saat perusahaan ini berhutang 1 koma 3 triliun rupiah. Gibson lalu memilih menyerah dan mengaku bangkrut; sebuah sikap yang sebenarnya sangat tidak rock and roll. Meski begitu, Gibson berjanji untuk bangkit, dengan merilis produk headphone dan speaker. Perusahaan asal Nashville ini juga segera merombak ulang susunan perusahaan yang kacau, dan akan menjual kembali alat musik; ini baru rock and roll. Tapi pastinya, kita tetap tidak bisa mengkhianati peran Gibson, membentuk dan mempengaruhi apa yang kita dengar saat ini.

Rekomendasi film soal gitar, sound, and anything like that yang bisa disimak di situs streaming kesayangan kalian: Sound City (2013), It Might Get Loud (2008), HBO Vinyl Series (2016).

Mahasiswa sastra. Kecanduan Tebs dan masih mengimani Billie Joe Armstrong sebagai nabi.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya