Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

‘Savage’ Release Party: Pesta Singkat Zorv di Akhir Pekan

Published

on

Setelah malang melintang di beberapa kota untuk memamerkan ‘Savage’ yang Agustus ini sudah memasuki bulan keenamnya pasca rilis, akhirnya tiba disaat Zorv secara resmi melaunching album tersebut di kota asal mereka, Surabaya. Bertempatkan di Blackbird Pancake House akhir pekan lalu (18/8), band yang beranggotakan Danishwara (vokal & gitar), Ragil (bass) dan Balqi (dram) ini menggelintir hampir seluruh materi dari debut albumnya tersebut, pesta pada malam itu sekaligus membuka segala rasa penasaran tentang album yang kini sedang menerbangkan nama Zorv.

Menariknya, malam itu Zorv tidak berpesta sendirian, ‘Savage’ Release Party juga diramaikan oleh dua band lokal Surbaya yakni Headcrusher dan LGCB (Let’s Go Cmon Baby). Dimulai sekitar pukul 8 malam, unit trash metal Headcrusher membuka pesta dengan distorsi kencang beserta ketukan dram ala Five Finger Death Punch yang menghibur penonton selama kurang lebih 30 menit. ‘Molotov’, lagu yang baru saja dirlis oleh Ganis Ilman, Rian Purusatama, Arya Akbar, Dimas Nugroho dan Goyco beberapa hari lalu merupakan lagu yang ditunggu-tunggu untuk dimainkan.

Penampilan berikutnya dilanjutkan oleh atraksi band rock veteran Let’s Go Cmon Baby (LGCB), Anggie cs memainkan lagu-lagu andalannya yang dimulai dari ‘Just Sex Not Love’, ‘Joni Don’t Go’, ‘Dolly Menjelang Subuh’, ‘Gundala’ hingga ‘Engine no.5’. Malam semakin larut, dan tiba giliran Zorv untuk membuka penampilannya dengan setlist yang hampir serupa pada tatanan lagu di albumnya, ‘Believe’, ‘Wealth’, ‘Mud’, ‘Each’, ‘Lore’, ‘Axiom’, ‘Eternalist’ hingga ‘Violet’ sukses digeber sejak awal dengan penampilan atraktif dari trio grunge Surabaya ini.

Sekalipun berlangsung singkat, acara ‘Savage’ Release Party yang jatuh sehari setelah hari kemerdekaan tanah air ini sekaligus menjadi kemerdekaan tersendiri akan hasil karya Zorv yang telah menjelajahi scene indie selama kurang lebih 4 tahun dan tercipta juga dalam karya yang mereka sebut “Savage”.  Meskipun album ini telah dirilis sejak awal 2013 lalu, namun hajatan yang bertempatkan di bilangan Surabaya Barat ini masih cukup dinanti dengan vanue penuh sesak dan crowd yang memukau. Dibawah naungan Wellstain Records dan Demajors, album pertama mereka lahir kembali pada malam itu.

Foto & Teks oleh: Ian Darmawan

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya