Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Mikro Mart: Giliran Surabaya Dapatkan Bocoran Album Kedua The Trees And The Wild

Published

on

Suasana malam itu cukup meriah, kurang lebih terdapat puluhan stan membanjiri atrium Surabaya Town Square (Sutos) dengan berbagai macam brand, kerajinan tangan lokal hingga pengerjaan string art yang dipertunjukkan sepanjang acara bergulir. Ditambah lagi dengan pertunjukkan musik estafet yang dimulai sejak pukul dua siang oleh band-band lokal hingga akhirnya membuka lakon yang ditunggu-tunggu sejak beberapa minggu lalu, ya The Trees And The Wild. Tampil sebagai penutup event milik Fakultas Industri Kreatif (FIK) UBAYA ini, The Trees And The Wild akhirnya naik ke panggung sekitar pukul 10 malam dan kembali menyapa publik Surabaya yang terakhir disapanya sekitar dua tahun lalu.Tampil dengan setelan hitam-hitam, pelantun ‘Honeymoon On Ice’ ini memberikan sajian yang sedikit berbeda dari dua tahun lalu yakni dengan konsep lagu-lagu terbarunya yang mulai perlahan berkembang dari debut album mereka ‘Rasuk’. Tanpa banyak basa-basi, Remedy Waloni, Andra B. Kurniawan, Charita Utami, Hertri Nur Pamungkas dan Tyo Prasetya langsung meriuhkan seluruh muda-mudi di atrium Sutos saat itu. Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya melalui interview singkat dengan kami beberapa saat sebelum tampil, “Nanti kita akan bawain lagu-lagu baru, cuma satu lagu lama yang kita bawain” ucap Remedy selaku vokal utama dari The Trees And The Wild. Serentak lagu-lagu yang masih cukup asing di telinga para penonton seperti ‘Serangan’, ‘Tuah Sebak’, ‘Nyiur’, ‘Saija’ hingga ‘Empati Tamako’ langsung digeber sejak awal. Ditambah sebuah lagu lama ‘Our Roots’ semakin mempermanis penampilan band pop alternatif ini.

Praktis, lagu-lagu terbaru yang kabarnya akan di proyeksikan menjadi line up di album kedua tersebut untuk pertama kalinya dibawakan di Surabaya setelah setahun mereka mulai mengurangi porsi lagu-lagu lawas  di tiap performnya. “Album, kita masih dalam proses pengerjaan sih. Kenapa lama? ya emang kita mulai nulis itu baru sekitar setahun yang lalu jadi sejak 2010 kita mainin lagu-lagu (dari album,red) Rasuk dan setelah itu kita coba untuk rehat dari lagu-lagu tersebut, trus 2012 baru mulai mengkaji lagu-lagu baru yang masih dalam tahap pengerjaan dan rekaman.”kembali ujar Remedy.Tidak hanya penampilan dari The Trees And The Wild yang mampu menyita perhatian penonton dalam gelaran ketiga Action Sunday tersebut, beberapa line up band lokal macam Senandung Sore, Bluesmates, Starfish, Humi Dumi hingga grup britpop asal Malang, Crimson Diary sukses menghibur para pengunjung dengan lagu-lagunya. “Sempet bingung juga sih awalnya, baru tau di akhir kalo ternyata semua lagu yang mereka bawain (TTATW) tuh lagu-lagu barunya. Tapi keren deh, gak kalah sama lagu-lagu mereka sebelumnya” ungkap salah seorang penonton Mikro Mart akhir pekan lalu (7/7).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Merayakan 14 Tahun Blingsatan & Meroketnya 6 Rilisan Baru Skena Punk

Published

on

14 Tahun Blingsatan (dari kiri): Saka, Amir, Arief. (Foto: Novan Rebellnoise)

Euforia band gaek asal Surabaya, Blingsatan kemarin tak terbendung lagi. Sehari pasca merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74, trio punk yang beranggotakan Arief, Saka, dan Amir itu juga merayakan hari jadinya yang ke-14. Dengan titel event Merocket #1 yang digelar di M-Radio Surabaya kemarin malam (18/8), mereka sekaligus melempar album The Best of Blingsatan, From The Past For The Future. Di tengah penampilannya, Blingsatan menyematkan seremoni pemotongan kue yang menandakan bertambahnya usia mereka. “Kue ini untuk kita semua, terima kasih yang sudah memberi support buat Blingsatan hingga kini!,” ujar Arief di sela-sela penampilannya.

Dalam setlist semalam, Blingsatan membawakan mayoritas lagu lama, seperti I Don’t Know Where, Belia, Si Sexy, Yang Muda Yang Bercinta, Waiting Is Hard Things To Do dan Berbeda Merdeka. Gigs semalam memang menjadi ajang bersenang-senang. Lupakan sejenak segala kesempurnaan di atas panggung, karena yang ada hanyalah sing along, alkohol, dan colekan kue tart yang menghiasi wajah ketiga personil Blingsatan.

Perayaan ulang tahun Blingsatan pun semakin marak dengan rilisan masal yang dilakukan oleh band-band penampil sebelumnya. Seperti Tulipe de Gezner yang akhirnya merilis album Berdiri Untuk Melangkah. Kemudian Melaju yang memperkenalkan mini albumnya Triakan Kebersamaan serta dua single baru yang meluncur masing-masing dari Dindapobia berjudul Overnow dan  Cheers The Punk dari Radiocase. Dan tentunya juga album digital The Best of Blingsatan, From The Past For The Future yang kabarnya akan menjadi pemanasan bagi Blingsatan untuk merilis album keempatnya.

Merocket #1 akhirnya ditutup lewat penampilan kolaboratif dari Hometown Rockers yang menampilkan musisi-musisi punk dari berbagai band seperti Happy Arabika (Pig Face Joe), Biyan (Plester-X), Paul (Give Me Mona), dan Ucup (Tulipe de Gezner). Menampilkan beberapa hits ala punk rock seperti Blitzkrief Bop, Basketcase, hingga When I Come Arround, mereka pun menutup pesta singkat Blingsatan yang selesai tidak lebih dari jam 9 malam, punk rock yang tertib!

 

Continue Reading

EVENTS

SUBNATION VOL.2: Gigs Penutup Ramadhan Klimaks

Published

on

Bagai oase di tengah padang pasir. Setidaknya frase tersebut lah yang menjadi acuan untuk gelaran Subnation Vol.2! Bulan ramadhan tidak membuat teman-teman diam dan malah terus aktif untuk berkarya. Terlebih lagi kegiatan Subnation kemarin jadi klimaks yang kompleks  sebelum ramdhan berakhir, karena Subnation Vol.2 tak hanya menyajikan performer terbaik tapi lengkap dengan sesi diskusi edukatif, hingga marketplace. Subnation pun melibatkan pasarnoise untuk tenant mereka. Sayang karena keterbatasan gear kami bawa, redaksi pun hanya berhasil menangkap para performer. Selebihnya kalian harus datang sendiri untuk menikmati gelaran event Subnation. Tunggu event mereka selanjutnya dan pantau informasinya melalui akun instagram @subnation031 Selamat menikmati.

Continue Reading

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

Surabaya