Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

LIVE REPORT

Pancaroba: Sukses Redupkan Gejolak Panas Dingin Surabaya

Published

on

Hampir sebulan Surabaya dilanda musim tak menentu yang kerap disebut ‘Pancaroba’. Namun rabu malam itu (22/5) dua komplotan berisikan muda-mudi kreatif dari radio streaming ‘Kemarin Sore’ dan Cangcimen sukses meredupkan sejenak nuansa pancaroba di Surabaya melalui event sederhana yang mereka gagas, yakni ‘Pancaroba’.
Bertempatkan di Aiola eatery, tepat pukul 8 malam ‘Pancaroba’ dimulai dengan cuaca yang menahan mendung. Alepak mendapat giliran pertama untuk memanaskan stage dengan ketiga lagunya yang disertai dengan sentuhan parodi-parodinya. Berikutnya giliran trio pop Senandung Sore yang bertugas untuk menyejukkan stage ‘Pancaroba’ dengan suara manis dari sang vokalis Nurina Wulan, terlebih ketika band yang beranggotakan Brilyan, Wanda dan Nurina ini bereksplorasi dengan lagu masa kecilnya, yaitu theme song dari ‘Mojacko’. Larutnya malam itu diiringi dengan mulai ramainya Aiola eatery, event yang menyediakan kartu pos gratis ini mulai dipenuhi dengan penonton.
Puas mendayu-dayu dengan Senandung Sore, berikutnya adalah giliran dari Taman Nada. Dalam penampilannya kali ini Taman Nada mempertontonkan format terbaru mereka yang berbentuk full band dengan kualitas yang cukup mapan. Memainkan beberapa lagu andalannya seperti ‘Pulang’, Taman Nada sukses memanaskan kembali acara tersebut dengan tembang-tembangnya. Afternoon Talk turut semakin menghangatkan ‘Pancaroba’ dengan rentetan tarcklist-nya dari rilisan terbaru mereka, ‘Kontradiksi’. Band kenamaan Palembang ini memang sengaja didatangkan untuk mendukung tur-nya yang bertajuk ‘Tresure Island Tour’.
Hingga akhirnya ‘Pancaroba’ resmi ditutup oleh penampilan pamungkas dari duo gondrong kribo yang menamakan grupnya sebagai Pathetic Experience. Lengkap sudah kelima line up yang dijadwalkan tampil untuk meramaikan ‘Pancaroba’, sebuah pertunjukkan musik yang diadakan untuk meredakan kebimbangan cuaca dimana hujan dan panas saling berbagi tempat.
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EVENTS

Downtown Take Over: Sebuah Upaya Pertemukan Berbagai Generasi

Published

on

Melanjutkan acara sebelumnya, Talk Bus Tour, Paranoise kembali membuat sebuah suguhan yang bermaksud untuk me-recall ingatan kita tentang skena musik di Surabaya. Jika Talk Bus Tour kemarin sempat membawa kita berjalan ke tiga tempat legendaris di dunia permusikan Surabaya, kini acara terbaru mereka Downtown Take Over pun ikut memainkan beberapa band lawas yang tujuannya memperkenalkan dari generasi ke generasi. Ada Noxa, Murphy Radio, Piston, Let’s Go Cmon Baby, Berdikari, Plester-X dan Egon Spengler. Berikut laporan kami.

Continue Reading

EVENTS

Penampilan Golden Mammoth di Surabaya

Published

on

Band bermuatan psychedelic rock asal Malaysia, Golden Mammoth berkesempatan menggelar pertunjukannya di Surabaya. Dalam acara yang digelar di Nens Corner tersebut, band ini berbagi panggung dengan sederet band lokal, mulai dari yang paling muda ada Eisen, kemudian Timeless, Rasvan Aoki hingga Let’s Go Cmon Baby yang kembali bereuni. Berikut foto-foto hasil liputan kami.

Continue Reading

EVENTS

Suaka Karya Sidoarjo: Berkumpulnya Para Penunggang Militia

Published

on

Ricky Siahaan, gitaris Seringai di Soundsations Suaka Karya Sidoarjo akhir pekan lalu (16/3). Foto: Luqman Darwis

Dua hari dihadapkan dengan cuaca mendung dan hujan tidak membuat acara Suakakarya menjadi sepi, pasalnya lineup mereka kali ini cukup untuk memadukan warna nasional dan lokal Sidoarjo. Bertempatkan di Lapangan Parkir Transmart Sidoarjo, Suakakarya kali ini masih membawa konsep kolaboratif. Ada beberapa komunitas yang digandeng, seperti pegiat fotografi Instanusantara dan Explore Sidoarjo yang memamerkan karya mereka sembari menanti tujuan utama dari acara ini: selebrasi bagi para Penunggang Badai dan Serigala Militia.

Penunggang Badai sebagai fans setia dari Barasuara meramaikan acara di hari pertama. Barasuara yang bermain pertama kali di Sidoarjo dapat membawa suasana menjadi sendu dan penuh hikmat untuk para penikmatnya. “Biar Tapi Jadi Bukti” yang jadi tagline Suakakarya kali ini dibuktikan oleh Barasuara yang beberapa waktu lalu baru saja merilis album terbaru mereka. Sebagai selebrasi awal, penampilan dibuka dengan lagu dari album baru yaitu Perjalanan dan Pikiran. Sejak awal pula para Penunggang Badai langsung terhanyut dalam suasana yang syahdu. Selain itu band yang beranggotakan 6 orang ini juga membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya seperti Sendu Melagu dan Bahas Bahasa. Sebelum Barasuara tampil pun, lineup sebelumnya yang juga ikut meramaikan seperti Wake Up, Iris!, Espona, dan juga band lokal JR. Smith.

Irama musik keras Seringai menjadi penutup acara pada besoknya (16/3) kemarin. Tetap dengan lineup lagu yang menjadi favorit para Serigala Militia, membuat suasana venue menjadi tegang. Musik keras oleh Seringai disambut hangat dengan gerakan moshing sebagai bentuk luapan Serigala Militia dapat menyaksikan band favoritnya. Terlepas itu hari kedua juga diramaikan dengan penampilan band lainnya seperti Black Rawk Dog, Lepas Terkendali, dan juga Ismasaurus.

Foto & Teks: Luqman Darwis

Continue Reading

Surabaya