Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS

Review Novel Biografi Endank Soekamti

Published

on

biografi-endank-soekamtiEndank Soekamti memang benar-benar salah satu band fenomenal di belantika musik Indonesia. Band yang cerdas, gila dan selalu membuat sebuah terobosan baru yang mampu membuat para kamtis family tak pernah bosan menunggu kehadiran karya-karya mereka. Salah satunya adalah terobosan baru yang mereka lakukan di album kelima Angka 8.

Dengan menurunnya penjualan hardcopy musik yang di karenakan maraknya pembajakan di negara Ibu Pertiwi ini, Endank Soekamti dengan berani menjual hardcopy CD mereka di Toko Buku. Ya, toko buku dan bukan hanya toko kaset. Dengan menyelipkan hardcopy CD mereka ke dalam sebuah novel, novel yang bercerita tentang kisah hidup mereka sedari kecil hingga kini sudah menjadi seorang rockstar.

Novel yang mereka namai sama dengan album kelima mereka ini menampilkan cerita tentang masa lalu para personelnya, cerita-cerita dibalik layar pembentukan Endank Soekamti, hingga masalah-masalah yang ada di dalamnya yang tidak pernah diekspose. Bukan hanya melalui buku ini saja terobosan baru yang mereka lakukan, mereka juga memberikan secara cuma-cuma track by track dari 16 lagu yang terdapat pada album Angka 8 di website resmi milik Soekamti.com. Animo punkrock kids terhadap hal-hal yang tidak berbayar-pun terbaca sudah, soekamti.com-pun harus rela overload pengunjung dan tidak bisa diakses hampir sebulan lamanya sejak beberapa minggu dilegalkannya sistem download tersebut.

Kembali ke permasalahan novel, novel biografi ini tampaknya akan benar-benar membuat pembaca merasa lebih dekat dengan trio punk Yogyakarta ini. Buku yang ditulis oleh @rara_3R dan @endikkoeswoyo ini menerapkan bahasa yang tidak muluk-muluk dan sangat mudah dipahami sehingga cerita-cerita yang terdapat di dalamnya langsung tepat mengenai sasaran tanpa ada kesan absurd sedikitpun.

Cerita tentang Dory yang mempunyai saudara kembar bernama Holdy, Ari yang berjuang melawan depresi di hidupnya, Erix yang berusaha mempertahankan kesenangannya bermusik hingga dia dibenci keluarga, atau tentang perseteruan dengan mantan-mantan manager Endank Soekamti, kru mereka, tragedy sumpah serapah Ari, proses peluncuran album pertama, terpuruk dan bangkitnya Endank Soekamti, dan beberapa cerita yang akan membuat Kamtis Family lebih mengenal lagi apa dan siapa Endank Soekamti itu.

Sedikit kekurangan untuk novel ini adalah masih begitu banyaknya kesalahan penulisan kata di sana-sini, seperti kata endang soekamti, hari soekamti dan beberapa kata-kata di dalam buku ini yang lolos proses edit. Entah disengaja ataupun tidak, tapi pastinya untuk para Kamtis Family sejati akan mengerti bagaimana beberapa kata di dalam novel Angka 8 salah cetak.

Ada satu hal yang mungkin kurang adalah tidak disertainya tampilan foto-foto yang dapat menambah suasana user inteface mungkin. Yah, terlepas dari itu semua, buku ini memang wajib dibaca oleh kamtis family serta manusia-manusia yang merasa dirinya tampan dan menawan. Pastinya kalian tidak akan menyesal membaca buku ini, kalian akan melihat perjuangan sebuah mimpi di dalamnya yang patut ditiru.

Sarjana strata satu jurusan sastra indonesia di Universitas Negeri Surabaya. Penikmat punk yang juga mantan penyiar di stasiun radio campursari.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

EDITOR'S PICK

Dialog Ibu & Anak Dalam “Berita Kehilangan” Milik Feast

Published

on

Artwork Berita Kehilangan yang dikerjakan Mikael Aldo & Baskara Putra. (Dok. Feast)

.Feast makin memantapkan posisinya sebagai band yang cukup responsif terhadap lingkungan sosial sekitarnya. Usai klip Peradaban yang cukup frontal, kemarin (10/8) mereka kembali melempar lagu sekaligus klip baru berjudul Berita Kehilangan. Secara lirik, apa yang mereka tuliskan masih cukup sarkas, namun implisit. Bedanya, nuansa musik yang diperdengarkan sangat sesuai dengan klipnya; gelap, berduka, dan pemakaman.

Lagu Berita Kehilangan ini ditulis sendiri oleh vokalis mereka, Baskara Putra. Ia terinspirasi dari beberapa kasus kriminalisasi yang telah terjadi, salah satunya yang menimpa mendiang temannya Raafi Aga Winasya Benjamin tujuh tahun silam. Adapun sebuah surat milik orang tua korban kriminalisasi lainnya juga menjadi sumber inspirasi mereka, sekaligus sebagai bentuk empati terhadap kasus-kasus tersebut.

Selain audio dan video yang cukup membangkitkan ambient lagu, kehadiran Rayssa Dynta sebagai kolaborator justru makin mendramatisir. Tiap bait yang dinyanyikan .Feast dan juga Rayssa Dynta dibuat seperti dialog antara Ibu dan Anak. Dialog itu menggambarkan bagaimana seorang Ibu yang berusaha mengikhlaskan kepergian anaknya. Begitupun sebaliknya, sang anak juga coba menguatkan Ibunya.

Single terbaru milik kolektif rock Ibukota ini sudah bisa dinikmati secara digital melalui layanan streaming Spotify, Joox, Apple Music, Deezer dan sejenisnya. Lalu untuk video klipnya bisa dinikmati lewat kanal Youtube ofisial atau IGTV milik .Feast.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

NEWS

Rilis Debut Album, Manic Monday Berkolaborasi Dengan 2 Musisi

Published

on

Formasi terkini Manic Monday. (Dok. Manic Monday)

Sempat tertunda cukup panjang, akhirnya debut album milik Manic Monday rilis pekan lalu (20/7). Kurang lebih berselang sekitar setahun setelah proses rekaman, Manic Monday memilih untuk mematangkan konsepnya terlebih dulu. Sampai akhirnye Issue dipilih jadi titel albumnya. Menurut mereka, nama Issue disepakati bersama sebagai jawaban dari pembuktian eksistensi Manic Monday.

Dalam album tersebut, Manic Monday menyematkan 10 lagu, dua diantaranya mereka berkolaborasi dengan Kiky dari The Flins Tone serta Kecenk dari Fraud. Jagoan pertama mereka ialah I Know I Can yang sudah diperdengarkan lewat video klipnya sejak awal 2017 lalu. Secara keseluruhan album ini bercerita tentang perasaan, karakter, dan ego setiap orang. Musiknya sendiri masih tetap dikemas alternatif, dengan distorsi dan ketukan drum-nya yang upbeat. Rilisan Grounderz Records tersebut sudah bisa diputar di kanal digital seperti Joox dan Spotify.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

FEATURES

Ternyata Tidak ‘Selamanya’ Seringai Absen Rilis Video Klip

Published

on

Behind the scene pembuatan klip Selamanya. (Foto: Rigel Haryanto)

Pada era album Serigala Militia yang rilis 2007 silam, saat itu Seringai melempar tiga video klip. Ketiganya ialah Citra Natural, Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan), dan Serigala Militia. Lima tahun berselang, Arian13 cs absen dalam merilis klip meskipun album saat itu mereka punya gaco baru; album Taring yang cukup melejit. Dan sekarang, setelah 10 tahun absen merilis klip, band Ibukota ini akhirnya kembali menyelesaikan klip yang sekaligus jadi single teranyar mereka berjudul Selamanya.

Selamanya, lagu yang rilis pekan lalu itu mengambil konsep ‘Wahana Pesta Seringai’; gambaran minimalis yang seakan menyampaikan ke pendengar jika Seringai masih akan terus menerus menghibur. Ide itu datangnya dari Surya Adi Susianto, sutradara klip yang juga pernah menangani video musik dari Kunto Aji, Morfem, Ramengvrl, dan Lawless Vomit Crew. “(dalam klip ini) Seringai digambarkan bakal menghibur tiap pengunjung yang naik ke bus dan bersenang-senang bersama mereka sembari berkeliling kota, dan begitu seterusnya,” jelas Seringai melalui rilis pers yang Ronascent terima.

Pasca klip ini, Seringai berencana merilis album keempatnya berjudul Seperti Api yang akan dirilis via High Octance Production. Menurut Wendi Putranto, albumnya akan selesai produksi dalam waktu dekat. Pastinya, akan ada 11 lagu yang diproduseri sendiri oleh gitaris mereka, Ricky Siahaan. Selain diproduseri personil sendiri, cover album Seperti Api juga dikerjakan oleh vokalis mereka, Arian13. Tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya, Seringai masih gemar berbicara tentang isu sosial, sambil sesekali berbicara tentang sci-fi. Bahkan mereka juga berkolaborasi dengan solois, Danilla Riyadi. Jadi, silahkan ditunggu. Kemungkinan bulan depan.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading
Advertisement

Zine Archives

Surabaya