Connect with us
https://ronascent.biz/wp-content/uploads/2017/07/ronascent-adv-copy.jpg

NEWS

VA – Take Action Volume 11 (January 8th)

Published

on

Sebagai gong pembuka tur ke-11 ‘Take Action’ yang akan dimulai per 11 Januari 2013, Sub City Records beserta Hopeless Records akan merilis sebuah album kompilasi yang bertemakan ‘A Compilation For Charity’ pada 8 Januari 2013 mendatang.
Masih seperti tema-tema sebelumnya, kompilasi tahunan ini selalu mengatasnamakan generasi pemuda agar semakin menyadari akan bahayanya narkoba, free sex dan coba mengurangi dampak dari masalah-masalah sosial hingga psikis remaja. Hasil penjualan dari kompilasi ini juga sepenuhnya akan diberikan kepada mereka yang menjadi korban-korban kekerasan.
Album ini juga akan diisi oleh band-band besar seperti The Used, We Came As Romans, The Wonder Years, Bad Religion, Mayday Parade, Sleeping With Sirens, Whitechapel hingga Enter Shikari. Tur ‘Take Action’ kesebelas akan dimulai di Las Vegas pada 11 Januari 2013 dan akan ditutup di kota ke-33 tepatnya pada 1 Maret 2013 di Los Angeles.


Tracklist :
Disc 1
1. The Used – The Lonely
2. We Came As Romans – Fair-weather
3. AWOL Nation – Sail (Unlimited Gravity Remix)
4. Bad Religion – Fuck You
5. The Wonder Years – Local Man Ruins Everything (Nervous Energies)
6. Mayday Parade – Oh Well, Oh Well
7. Falling in Reverse – The Drug In Me Is You
8. Enter Shikari – Warm Smiles Do Not Make You Welcome Here (Tek One Mix)
9. Whitechapel – Animus
10. Periphery – Far Out (Instrumental)
11. Sleeping With Sirens – James Dean & Audrey Hepburn (Acoustic Version)
12. All Time Low – The Reckless & The Brave (Acoustic)
13. Never Shout Never – Pray For Peace (Demo)
14. 3OH!3 – You’re Gonna Love This (Wuki Remix)
15. The Summer Set – Fuck U Over
16. Say Anything – Their Notions

Disc 2
1. Glass Cloud – Everybody Wants To Rule The World
2. Ice Nine Kills – What I Never Learned in Study Hall (6 Feet Below)
3. Memphis May Fire – Prove Me Right
4. Upon This Dawning – A New Beginning
5. Parkway Drive – Dark Days
6. SHARKS – Sea Of All Seas
7. Balance & Composure – Quake
8. Silver Snakes – All My Eye
9. Broadway Calls – Bring On The Storm
10. We Are The Ocean – Machine
11. Transit – Skipping Stone (Alternate Version)
12. Seahaven – Understanding
13. Set It Off – Dream Catcher
14. I Am The Avalanche – I’ll Be Back Around
15. The Scene Aesthetic – Carelessly (feat. Dresses)
16. Plug In Stereo – I Hope You Know (feat. Tay Jardine)
17. William Beckett – 48 In A Hospital
18. Itch – London Is Burning
19. Twin Atlantic – Make A Beast Of Myself (Space Brother Remix)
20. The Animal In Me – Speak
21. Hell Or Highwater – Come Alive (Acoustic)
22. Palisades – Bury It (Acoustic)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

NEWS

Kenistaan Layar Laca di Mata Hockey Hook

Published

on

Artwork single terbaru Hockey Hook, Layar Nista. (dok. Hockey Hook)

Cerita tentang kekesalan terhadap tayangan televisi di Indonesia memang belum ada habisnya. Banyak musisi yang menumpahkan keluhannya lewat lagu, tak terkecuali dengan unit ska punk asal Kota Kembang, Hockey Hook. Kenistaan layar kaca mereka nyanyikan lewat single baru yang diberi judul Layar Nista.

Single yang rilis digital akhir November kemarin ini digarap sendiri oleh Hockey Hook dengan bantuan Ako selaku sound engineering di Red Studio Bandung. Lewat rilis persnya, Hockey Hook menyebut konten televisi di Indonesia sampai saat ini masih jauh dari kata edukatif. “Konten televisi di Indonesia dipenuhi program-program tidak mendidik seperti sinetron yang ditayangkan siang hari, pengemasan variety show di beberapa kanal media yang penuh gosip selebriti, diwarnai juga cemoohan antar satu sama lain host. Tidak ketinggalan pula kampanye hitam politik di media Televisi yang tentunya saling menjatuhkan lawan,” sebut mereka.

Layar Nista ini dikemas lebih ke reggae dub ala California era 90an. Mereka juga menggandeng DJ Eone Cronik dari Eye Feel Six guna membangun nuansa scratch di lagu tersebut. Dan setelah ini, Hockey Hook kabarnya akan melempar mini album berisikan lima lagu yang sekaligus melanjutkan debut album yang rilis dua tahun lalu.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

NEWS

Humi Dumi Tinggalkan Akustik & Perluas Dimensi Musik

Published

on

Artwork single baru Humi Dumi karya Bagus ‘Bagong’ Priyo. (Dok. Humi Dumi)

Meninggalkan nuansa akustik dan memperluas dimensi musik; selamat datang kembali Humi Dumi! Salah satu serpihan band pop Surabaya di medio 2014 ini beranjak kembali ke permukaan. Sematan folk yang sempat diberi oleh kebanyakan pendengarnya coba dimentahkan, karena sejatinya Humi Dumi kini tengah membangun entitas indie pop lewat single barunya, Pathless.

Meskipun mencoba untuk jadi lebih dewasa dan kompleks, tapi Humi Dumi tetap menaruh ciri khasnya, di mana imajinasi tetap menyelimuti tiap bait yang dinyanyikan syahdu. “Kami masih bermain-main dengan imajinasi, tentang sebuah wacana eskpais atas sang waktu dan merakit kembali fragmen demi fragmen tentang ingatan, demi berdamai dengan masa lalu,” ujar vokalis mereka Qanita Hasinah.

Terkait dimensi musik, Humi Dumi kini tak hanya terpaku pada Angus & Julia Stone, yang konon kerap disandingkan sebagai influence terbesarnya. Dalam lagu Pathless, kalian bisa mendengar bagaimana Qanita dkk punya banyak rasa dan referensi. Cukup terasa bagaimana pengaruh british yang datang dari The Smith, riff-riff Thom Yorke hingga luapan emosi ala Saosin.

Dengan rilisnya Pathless, Humi Dumi juga berencana melahirkan anak keduanya di awal 2019 nanti. Jika sesuai timeline, maka album tersebut akan menjadi rilisan kedua mereka setelah debut I Am Ij Sin A yang rilis empat tahun lalu.

Melepas lajang di dunia tarik pena dengan menyandang lulusan sastra yang tidak sastrawi, musisi gagal, penimbun berita pil koplo, dan buruh radio.

Continue Reading

NEWS

Monkey to Millionaire Sindir Orang Yang Gila Popularitas

Published

on

Artwork Monkey to Millionaire – Envy. (Source: Desire Music)

Monkey to Millionaire sedang melanju dengan kecepatan tinggi. Setahun setelah album Tanpa Koma, Aghan Sudrajat dan Wisnu Aji lanjut tancap gas lewat single baru Envy. Mengamati dengan kritis lalu menyindir dengan sarkartis; MTM masih tetap sama. Di lagu ini, sasaran mereka ada pada orang-orang yang gila popularitas hingga nekat melakukan apapun untuk bisa dikenal. “Bahkan sampai ngejual kehidupan pribadi cuma buat kebutuhan promosi dan naikin nama. Entah itu mengumbar atau diumbar,” ujar Aghan. Mereka mempertanyakan tentang orang-orang yang gila popularitas dengan beragam cara yang bisa dibilang nyaris tidak masuk akal.

Single Envy sendiri dijadikan single pertama yang akan mewakili album keempatnya. Jika dibanding Titik Koma atau Lantai Merah, Monkey to Millionaire terdengar seperti ingin menunjukan betapa easy listening-nya lagu mereka. Nada-nadanya terasa manis dan menyenangkan, tidak sarat emosi atau eksperimen sound seperti beberapa lagu terdahulu. “Kita ngerasain banget berkembang dari segi aransemen untuk lagu-lagu baru. Karena ternyata untuk membuat lagu terdengar sederhana dan catchy itu susah ya. Rasanya udah lama sekali nggak ngelakuin hal itu,” lanjut Aghan seraya tertawa.

Berbicara proses album terbarunya, Monkey to Millionaire memilih untuk fokus dalam penggodokan materinya. Bahkan untuk judul, mereka memilihi untuk tidak membicarakannya lebih dulu. Yang pasti, mereka sudah menyiapkan beberapa hal baru, seperti logo dan juga additional drum.

Media musik online yang berbasis di Surabaya. Mengamati gejolak dan gairah industri musik independen yang kerap menjadi sokongan musik berkualitas. Kontak kami di [email protected] untuk berbagi informasi.

Continue Reading

Surabaya